Jati Raksasa Berusia 126 Tahun, Berdiri Kokoh di RPH Kaliaren.

- Reporter

Minggu, 28 Juli 2019 - 17:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tambakrejo | bojonegorotoday.com| Sebatang pohon jati (Tectona grandis L.f.) dengan ukuran raksasa ditemukan di areal KPH Padangan. Tepatnya di petak 84c, RPH Kaliaren, BKPH Kaliaren Barat termasuk dalam wilayah Dukuh Kaliaren Desa Malingmati Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro. Lokasi pohon ini hanya berjarak 10 Km dari jalan raya desa Malingmati.

Loesi Triana, ADM KPH Padangan mengatakan, pohon Jati yang kini berdiameter 557 cm ini umurnya sudah mencapai 162 tahun. Pohon ini ditanam sejak pada tahun 1857.

“Pohon ini bisa di bilang sangat langka dan jarang ditemukan dihutan dimana pun,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena keunikan dan kelangkaanya, Perhutani KPH Padangan akan mengembangkan area lokasi tanaman jati ini menjadi salah satu destinasi wisata alam dan edukasi di Kabupaten Bojonegoro.

Baca Juga :  Festival Lontong Kikil, Upaya Promosi Kuliner Bojonegoro

Loesi juga menegaskan pihaknya akan terus berupaya dan komitmen agar impian menjadikan KPH Padangan berkontribusi di bidang sektor Pariwisata bisa terwujud.

“Kami siap bekerja sama dengan investor untuk bisa mengembangkan peluang serta potensi hutan diwilayah KPH Padangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, menurut informasi dan catatan yang dihimpun dari data perhutani, tanaman. pohon jati ini ditanam tahun 1857 sekaligus merupakan salah satu peninggalan dari arsitek kehutanan Gubenur Jendral Hindia Belanda Herman W Deandels.

Ketika itu H.W. Deandels membuat dan membentuk organisasi teritorial kehutanan di Pulau Jawa. Ia memperlakukan khusus pepohonan jati dengan mengeluarkan undang undang Kehutanan. Tujuannya ialah agar pohon jati ditebang harus sesuai masa umurnya (masa tebang). 

Baca Juga :  Menilik Kebun Alpukat di Wonocolo, Berukuran Besar Berdaging Tebal

Selain itu, Yuni Ernaningsih, waka ADM KPH Padangan, orang sekitar menyebut pohon jati ini Jati Monumen, karena begitu besar dan tinggi serta kokoh seperti bentuk sebuah monumen pada umumnya.

Ia menambahkan rute menuju lokasi Jati Monumen ini sangat indah, keasrian dan kesejukan hutan sangat terasa apalagi sesekali terdengar kicauan burung tampak saling bersautan.

“Sangat pas untuk destinasi wisata alam serta bisa juga dibuat semacam edukasi penelitian ilmiah, sejarah tentang pohon jati,” jelasnya berpromosi.

|dan|

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BPTP Jatim dan Pemkab Bojonegoro Lakukan Karakterisasi Durian Lokal di Desa Klino
Bupati Anna Petik Bunga Krisan di Kaki Gunung Pandan
Menilik Kebun Alpukat di Wonocolo, Berukuran Besar Berdaging Tebal
Asyiknya Menikmati Suasana Asri Wisata Agro Park Klumpit
Bupati Anna Reopening Pariwisata di Bojonegoro
Promosi Pinarak Bojonegoro, Disbudpar Tampilkan Tenghul di TMII
Nasi Buwohan Bojonegoro, Kuliner Tempo Dulu Kini Jadi Ikon Baru
Festival Lontong Kikil, Upaya Promosi Kuliner Bojonegoro

Berita Terkait

Sabtu, 4 November 2023 - 08:37

Cak Imin Klaim Dapat Dukungan Habib di Solo: Mereka Soroti Pendidikan

Kamis, 10 Februari 2022 - 08:45

Komunitas Petani Muda Bojonegoro Deklarasi Gus Muhaimin Jadi Presiden 2024

Berita Terbaru

Beberapa varietas yang disukai adalah Inpari 32. Para petani menyukai varietas ini karena dinilai memiliki beberapa keunggulan.

Pertanian

Jelang Musim Tanam, Petani Lebih Suka Benih Inpari 32

Minggu, 5 Nov 2023 - 05:06