Dilema Pertumbuhan Industri dan Lingkungan Hidup, Begini Kata Kepala Bakorwil Bojonegoro

- Reporter

Rabu, 11 Maret 2020 - 06:09

facebook twitter whatsapp copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bojonegorotoday.com Lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap warga. Selain itu juga untuk pembagunan ekonomi nasional harus diselenggarakan berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Kepala Bakorwil Bojonegoro, Dyah Wahyu Ermawati mengatakan, bahwa masalah yang dihadapi adalah tidak mudah dalam mengimplementasikan pembangunan yang tidak mengeksplorasi dan merusak lingkungan.

“Jika demikian yang terjadi, maka kita tidak dapat berharap banyak akan keberlangsungan sumber daya alam yang dapat kita manfaatkan untuk generasi mendatang,” kata Kepala Bakorwil Bojonegoro.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dyah Wahyu Ermawati mengungkapkan, pada titik ini perlu dilakukan langkah-langkah strategis untuk mengintegrasikan antara kegiatan pembangunan dan pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Baca Juga :  Wabup Jadi Saksi Dugaan TPPU PI Blok Cepu

“Sehingga tercapai aspek kelestarian dan keseimbangan yang memadahi,” ungkapnya.

Seiring dengan pertumbuhan industri yang akhir-akhir ini sangat meningkat, berdampak secara linier dengan efek berupa limbah yang mencemari lingkungan serta sering juga pembuangan air limbah tidak sesuai dengan aturan tentang IPAL pada Undang-Undang 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan.

“Peran Bakorwil adalah untuk membantu Gubernur dalam melakukan koordinasi, pembinaan, pengarahan supervise, monitoring, dan evaluasi,” tuturnya.

Perlu diketahui, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Jawa Timur menunjukkan kondisi lingkungan hidup di Jatim termasuk dalam katagori kurang, untuk target kualitas di 2019 kemarin 66,73 sampai dengan 68,58 sedangkan untuk capaian hanya terealisasi 65,09.

Baca Juga :  Jelang Pelaksanaan Operasi Pengeboran, PEPC Lakukan Sosialisasi

Ada 3 target indikator utama yakni, Indeks Kualitas Air (IKA) dengan target tahun 2019 sebesar 53,26 dan terealisasi 52,24. Lalu, Indeks Kualitas Udara (IKU) dengan target tahun 2019 83,7 dan terealisasi 83,3, dan Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL) dengan target tahun 2019 63,56 dan terealisasi 61, 05.  (yud)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

GMNI Buka Sekolah Energi, Bupati : Saatnya Kita Transformasi Energi
Lindungi Keamanan dan Keselamatan Jalur Pipa Minyak, EMCL Lakukan Sosialisasi
Masuki Tahap Pelatihan, Peserta Dilatih Perencanaan hingga Pelaporan Program
Bupati Bojonegoro Harapkan Potensi Sumur Kolibri Penyokong Produksi Migas Negara
Resmi Dilantik, Kadin Jatim: Kadin Bojonegoro Harus Miliki Program Sertifikasi
EMCL bersama INSPEKTRA Sosialisasikan Keselamatan Jalur Pipa Kedung Keris
Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina Kuatkan Relasi dengan Pers
Pemkab Bojonegoro dan Kementerian ESDM Tingkatkan Peran Warga Lokal di Industri Migas

Berita Terkait

Sabtu, 4 November 2023 - 08:37

Cak Imin Klaim Dapat Dukungan Habib di Solo: Mereka Soroti Pendidikan

Kamis, 10 Februari 2022 - 08:45

Komunitas Petani Muda Bojonegoro Deklarasi Gus Muhaimin Jadi Presiden 2024

Berita Terbaru

Beberapa varietas yang disukai adalah Inpari 32. Para petani menyukai varietas ini karena dinilai memiliki beberapa keunggulan.

Pertanian

Jelang Musim Tanam, Petani Lebih Suka Benih Inpari 32

Minggu, 5 Nov 2023 - 05:06