oleh

Datangi Kejaksaan, Warga Kedungrejo Serahkan Bukti terkait Polemik PTSL

bojonegorotoday.comPolemik Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Desa Kedungrejo, Kecamatan Kedungadem, Jawa Timur terus berlanjut. Pelapor menyerahkan beberapa berkas tambahan ke Kejari Bojonegoro, Kamis (26/03/2020).

Beberapa berkas tersebut merupakan bukti-bukti terkait polemik PTSL Desa Kedungrejo tahun 2019 lalu. Pihak pelapor tidak terima atas biaya PTSL yang dianggap terlalu tinggi yakni Rp 700 ribu.

Baca Juga :  Datun Kejari Bojonegoro Bakal Cek Data Pengembalian Keuangan Negara

“Kami bersama beberapa warga menyerahkan beberapa berkas sebagai bukti, kami serahkan ke kejaksaan,” kata salah satu pelapor, Irawan Jaya, kepada bojonegorotoday.com, Kamis (26/03/2020).

Irawan, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa penentuan besaran biaya PTSL di desanya itu dianggap tidak transparan. Sebab, mekanisme penentuan besaran biaya tersebut tidak melibatkan peserta PTSL.

“Dengan secara tiba-tiba diputuskan oleh panitia besaran biaya PTSL sebesar Rp 700 ribu,” ungkap Irawan didampingi delapan warga setempat.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi, Mantan Kadisbudpar Amir Syahid Diperiksa Kejari

Ia menambahkan, antara peserta PTSL dengan panitia sempat beberapa kali di mediasi. Namun, tidak membuahkan hasil. Lantaran tidak ada titik terang. Hingga akhirnya, pihaknya menempuh jalur hukum.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Bojonegoro, Edward Naibaho SH MH mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan bahan keterangan dan mengumpulkan data terkait polemik PTSL tahun 2019 tersebut.

Baca Juga :  Tersangka Curas Berhasil di Tangkap Polres Bojonegoro

“Pada intinya kami masih pulbaket puldata,” pungkas Edward.

Terkait aduan ini, pihaknya melakukan kajian mendalam terkait permasalahan biaya PTSL ini, untuk mengetahui secara objektif permasalahan PTSL Desa Kedungrejo, Kecamatan Kedungadem ini. (mil/yud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *