Keluh Kesah Pedagang Ini ditengah Pandemi Corona

- Reporter

Senin, 30 Maret 2020 - 07:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bojonegorotoday.com Sejumlah pedagang di Kabupaten Bonegoro benar-benar merasakan imbas pandemi corona (Covid-19) di kota kaya Migas ini. Banyak pedagang yang omzetnya menurun. Akibatnya, ekonomi keluarga dirasa tidak stabil.

Salah satunya, dampak penyebaran virus corona di Bojonegoro ini sangat dirasakan penjual lontong sayur keliling. Hal itu seperti yang dirasakan Endang warga Kampung Lontong Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Kota/Kabupaten Bojonegoro ini.

Perempuan berumur 60 tahun ini menceritakan keluh kesahnya menjual lonyong sayur keliling ditengan pandemi corona. Ia mengungkapkan, beberapa minggu ini dagangannya sepi pembeli. Selain itu, bahan pokok lontong juga mengalami kenaikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Iya, sepi, semenjak wabah virus corona ini,” katanya kepada bojonegorotoday.com, Senin (30/03/2020).

Baca Juga :  Pandemi Corona, Debitur Mega Finance Dapat Mengajukan Keringanan Cicilan

Sebelumya, pembeli lontong sayur keliling milik Endang ini cukup banyak. Namun, saat ini tidak banyak yang membeli. Lantaran banyak imbauan dan pembatasan akibat virus corona yang semakin hari semakin menghawatirkan.

Omzet hasil jualan lontong sayur keliling ini, lanjut Endang, rata-rata Rp 500 ribu perhari. Namun, saat ini turun omzet menjadi Rp 50 ribu sampai Rp 250 ribu perhari. Selain itu, awalnya perhari menghabiskan 3 kilogram (kg) beras bahan lontong. Kini, hanya 1,5 kg perhari.

“Omzet manurun cukup drastis,” ungkap perempuan memiliki 2 cucu ini.

Harga lontong sayur milik Endang ini cukup terjangkau. Mulai harga Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu. Untuk menopang ekonomi keluarga, ditengah pandemi corona ini Endang masih keliling berjualan lontong disekitaran kampung lontong dan sekitarnya.

Baca Juga :  Smartfren Jadi Teman Buka Peluang untuk Rumah Baca dan UMKM Disabilitas

Endang mulai mengayuh sepeda pancal yang ada rombong berisi lontong sayur itu sekitar pukul 16.00 Wib hingga pukul 17.30 Wib setiap harinya. Namun, saat ini Endang lebih banyak menjual lontong sayurnya di rumah. Mengindahkan imbauan pemerintah.

“Saat ini lebih banyak jualan di rumah,” kata endang sembari menunjukan barang dagangannya itu.

Selain sepi pembeli, harga bahan pokok untuk membuat lontong sayur mengalami kenaikan. Diantaranya, harga bawang merah yang melambung hingga Rp 40 ribu perkilogramnya. Ia berharap pandemi corona segera berakhir. Sehingga ia dapat berjualan seperti hari-hari biasanya.

“Saya berharap wabah ini segera berakhir,” imbuh penjual lontong sayur keliling selama 30 tahun ini. (mil/yud)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tangkap Peluang Ekonomi Melalui Pelatihan Kerajinan Pelepah Pisang
Mudik Idul Fitri 1443 H, Smartfren Tingkatkan Kualitas Jaringan dan Coverage di Jawa Timur
Mantap ! Sambel’e Mbak Chichi, Sambal Kemasan Banyak Varian
Bazar Ramadhan FIJ, Bangkitkan Ekonomi IKM Bojonegoro
Kurma Tomat, Camilan Khas Bojonegoro Cocok untuk Buka Puasa
Camilan Gurih dan Manis di Bazar Murah Ramadhan Bojonegoro
Makin Lengkap, Smartfren Sambut Ramadhan dengan Promo Terbaru
Pedagang Bojonegoro Penerima KPP Wilayah Baureno Belajar Digital Marketing

Berita Terkait

Sabtu, 4 November 2023 - 08:37

Cak Imin Klaim Dapat Dukungan Habib di Solo: Mereka Soroti Pendidikan

Kamis, 10 Februari 2022 - 08:45

Komunitas Petani Muda Bojonegoro Deklarasi Gus Muhaimin Jadi Presiden 2024

Berita Terbaru

Beberapa varietas yang disukai adalah Inpari 32. Para petani menyukai varietas ini karena dinilai memiliki beberapa keunggulan.

Pertanian

Jelang Musim Tanam, Petani Lebih Suka Benih Inpari 32

Minggu, 5 Nov 2023 - 05:06