Imbas Covid-19, Sejumlah Pedagang Pasar di Bojonegoro Menjerit

- Reporter

Minggu, 19 April 2020 - 07:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bojonegorotoday.com – Imbas pandemi corona virus disiase 2019 (Covid-19) sangat dirasakan sejumlah pedagang buah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Diantaranya, sepi pembeli, omset menurun hingga buah-buahan yang dijual membusuk.

Selain itu, juga ada pembatasan jam berdagang mulai pukul 06.00 Wib hingga pukul 14.30 Wib. Tak heran, jika pandemi corona ini membuat sejumlah pedagang buah di stan pasar di kabupaten kaya Migas ini kian menjerit.

Tuminah, salah satu pedagang buah di Pasar Banjarejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, mengaku omset penjualannya menurun dalam beberapa bulan terakhir ini. Selain itu juga sepi pembeli semenjak pandemi corona. Dampak ini sangat dirasakan.

Perempuan asal Desa Sranak, Kecamatan Trucuk tersebut mengatakan, pengunjung yang membeli ke tokonya menturun sekitar 60 persen setiap harinya. Akibatnya, setiap harinya hampir 5 kwintal buah yang dijualnya membusuk, lantaran sepi pembeli.

“Sejak mewabahwnya virus corona, terlebih Bojonegoro ditetapkan sebagai daerah zona merah,” katanya kepada bojonegorotoday.com (BToday), Minggu (19/04/2020).

Perempuan berumur 55 tahun tersebut menjelaskan kebanyakan buah yang cepat membusuk adalah buah melon, semangka dan rambutan. Sehingga, akibat tragedi ini secara otomatis ia merugi.

“Biasanya dalam satu hari bisa mendapatlan omset hampir Rp 3 juta, tetapi adanya pandemi ini menjadikan omset saya menurun sekitar sampai Rp 1 juta dalam satu harinya,” ucap Tuminah.

Baca Juga :  Bawang Goreng Tanpa Pengawet, Produksi Gaet Warga Lokal Bojonegoro

Tak hanya Tuminah, pedagang lainya Nurul Roziqin, mengaku penjualanya juga kena imbas pandemik Covid-19. Terlebih ada pembatasan jam berdagang. Semua stan Pasar buah Banjarjo diimbau Pemkab Bojonegoro tutup pukul 14.30 Wib.

Pria berkulut sawo matang ini berharap ada penataan ulang tentang jam oprasional pasar. Sebab, pedagang buah berbeda dengan penjual pakain ataupun lainya yang berada di pasar tradisional ataupun modern.

“Kami berharap pemerintah harus lebih bijak dalam mengeluarkan kebijakan ditengah pandemi corona untuk pedagang seperti kami,” pungkas pria asal Desa Banjarejo ini. (mad/yud)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tangkap Peluang Ekonomi Melalui Pelatihan Kerajinan Pelepah Pisang
Mudik Idul Fitri 1443 H, Smartfren Tingkatkan Kualitas Jaringan dan Coverage di Jawa Timur
Mantap ! Sambel’e Mbak Chichi, Sambal Kemasan Banyak Varian
Bazar Ramadhan FIJ, Bangkitkan Ekonomi IKM Bojonegoro
Kurma Tomat, Camilan Khas Bojonegoro Cocok untuk Buka Puasa
Camilan Gurih dan Manis di Bazar Murah Ramadhan Bojonegoro
Makin Lengkap, Smartfren Sambut Ramadhan dengan Promo Terbaru
Pedagang Bojonegoro Penerima KPP Wilayah Baureno Belajar Digital Marketing

Berita Terkait

Sabtu, 4 November 2023 - 08:37

Cak Imin Klaim Dapat Dukungan Habib di Solo: Mereka Soroti Pendidikan

Kamis, 10 Februari 2022 - 08:45

Komunitas Petani Muda Bojonegoro Deklarasi Gus Muhaimin Jadi Presiden 2024

Berita Terbaru

Beberapa varietas yang disukai adalah Inpari 32. Para petani menyukai varietas ini karena dinilai memiliki beberapa keunggulan.

Pertanian

Jelang Musim Tanam, Petani Lebih Suka Benih Inpari 32

Minggu, 5 Nov 2023 - 05:06