Tak Sedikit Pedagang Pasar Sumberrejo Enggan di Rapid Tes, Diduga Karena Takut

- Reporter

Sabtu, 30 Mei 2020 - 03:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bojonegorotoday.com – Sejumlah pedagang di Pasar Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro menjalani rapid tes di area pasar setempat, Sabtu (30/05/2020) pagi. Namun, tak sedikit juga pedagang yang tidak mengikuti rapid tes.

Hal itu seperti disampaikan Kepala Pasar Sumberrejo, Siswoyo. Ia mengatakan, banyak stand pasar yang tutup saat Dinkes Bojonegoro melakukan rapid tes. Hal itu diduga pemilik stand di pasar mesara takut.

“Kemungkinan mereka yang tidak ikut rapid tes ini merasa takut,” katanya kepada bojonegorotoday.com (BToday), Sabtu (30/05/2020).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Siswoyo menyayangkan para pedagang di pasar yang tidak mengikuti rapid tes ini. Sebab hal ini untuk kebaikan bersama dan jangan sampai sebaran virus corona (Covid-19) di wilayah Bojonegoro ini semakin meluas.

Baca Juga :  Ahmad Supriyanto : Antara Pedagang Pasar Krempyeng dan Pemerintah Desa Sukorejo Sudah Ada Titik Temu

Dia menjelaskan, jumlah pedagang di Pasar Sumberrejo ada sekitar 600 lebih pedagang dengan total 1.100 sekian stand, baik dilantai 1, 2 dan pedagang lesehan. Namun, dari total stand tidak semuanya terisi.

Ia mengaku saat pandemi Covid-19, Pengurus Pasar Sumberrejo telah melakukan berbagai upaya untuk memutus rantai penyebaran virus ini. Mewajibkan para pedagang ataupun pembeli untuk memakai masker.

Tak hanya itu, pengurus pasar juga meyediakan tempat cuci tangan dibeberapa sudut pasar. “Jauh sebelumnya kita sudah melakukan penerapan standard pencegahan Covid-19,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro dr. Ani Pujiningrum mengatakan, ketakutan yang dialami para pedagang memang hal yang wajar. Sebab jika reaktif takut dikarantina.

Baca Juga :  2 Pasar di Bojonegoro Bakal di Tutup, Nasib Pedagang Akan Semakin Tercekik

Jika sampai dikarantina nakal berdampak terhadap mata pencaharian para pedagang. “Hal tersebut memang wajar, tetapi rapid test ini juga untuk kebaikan bersama agar terhindar dari Covid-19,” ucapnya.

Saat disinggung terkait mengapa baru dilakukan rapid tes terhadap para pedagang Pasar Sumberrejo? Ia menjelaskan, bahwa di pasar tersebut belum ditemukan kasus positif Covid-19. Berbeda dengan Pasar Kota Bojonegoro yang sebelumnya sudah ada.

Pemerintah Kabupaten melalui Dinkes Bojonegoro gencar melakukan melakukan rapid tes. Sebelumnya, Dinkes telah melakukan rapid test di Pasar Kota, Pasar Banjarejo, Pasar Dander dan Pasar Kapas.

“Diharapkan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan, menerapkan phystical/social distancing, memakai masker, mencuci tangan memakai sabun dengan air mengalir dan juga jangan keluar rumah jika tidak ada perlu,” imbuhnya. (mil/yud)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tilik Pasar Wisata Bojonegoro, Bupati Anna Borong Sayuran Segar
Resmi Beroperasi, Pasar Wisata Ramai Pedagang dan Pembeli
Pendistribusian Minyak Goreng Murah di Pasar Wisata Bojonegoro Dikawal Ketat
Sidak Pasar, Harga Komoditas Peternakan Relatif Stabil
Ahmad Supriyanto : Antara Pedagang Pasar Krempyeng dan Pemerintah Desa Sukorejo Sudah Ada Titik Temu
Pedagang di 3 Pasar di Rapid Tes, 2 Pedagang di Pasar Baureno Reaktif
2 Pasar di Bojonegoro Bakal di Tutup, Nasib Pedagang Akan Semakin Tercekik

Berita Terkait

Sabtu, 4 November 2023 - 08:37

Cak Imin Klaim Dapat Dukungan Habib di Solo: Mereka Soroti Pendidikan

Kamis, 10 Februari 2022 - 08:45

Komunitas Petani Muda Bojonegoro Deklarasi Gus Muhaimin Jadi Presiden 2024

Berita Terbaru

Beberapa varietas yang disukai adalah Inpari 32. Para petani menyukai varietas ini karena dinilai memiliki beberapa keunggulan.

Pertanian

Jelang Musim Tanam, Petani Lebih Suka Benih Inpari 32

Minggu, 5 Nov 2023 - 05:06