Tak Diproses Hukum, Kades Prigi Hanya Diminta Memperbaiki

- Reporter

Rabu, 3 Juni 2020 - 07:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bojonegorotoday.com – Pengerusakan tanggul sungai Bengawan Solo di Desa Kanor, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada Mei lalu, dianggap selesai dengan hanya surat pernyataan memperbaiki tanggul yang di rusak.

Padahal, pengerusakan itu jelas tidak dibenarkan secara peraturan perundang-undangan. Dampak yang ditumbulkan akibat pengerusakan tanggul tersebut sangat membahayakan, sebab disekitar tanggul ada perumahan warga.

Koordinator Sarpras (Korsa) Tanggul, OP SDA IV BBWS BS, Imam Tohari sangat menyayangkan pengerusakan tanggul tersebut. Sebab, dampak yang ditimbulkan sangat membahayakan warga di sekitar tanggul yang dirusak tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, lanjut dia, disamping tanggul yang dirusak itu ada tanggul bengawan yang kondisinya cukup kritis dan berjarak hanya sekitar 150 meter. Imam Tohari, tidak mengetahui secara persis apa motif dari pengerusakan atau pemotongan tanggul itu.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Siapkan RS Sementara Untuk Pasien Corona

“Kami sangat menyayangkan tindakan pemotongan atau pengerusakan tanggul itu,” katanya kepada bojonegorotoday.com, Rabu (03/06/2020).

Imam Tohari menjelaskan, bahwa pengerusakan tanggul tersebut dilakukan Darmono selaku Kepala Desa Prigi, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Padahal, kata dia, Kepala Desa tersebut tidak mendapat izin terkait kegiatan itu.

“Tidak ada izin dan tiba-tiba malakukan pemotongan tanggul,” jelasnya.

Mantan Aktifis ini menambahkan, saat itu ia sempat menghentikan pemotongan tanggul yang hendak dipasang pipa saluran air dari bengawan tersebut. Saat ia menanyakan izin, ternyata Kepala Desa Prigi tidak mengantongi izin, sehingga dihentikan.

Tidak lama kemudian, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah melakukan sidak ke lokasi tanggul yang dirusak. Kepala Desa Prigi diminta membuat surat pernyataan untuk mengembalikan/memperbaiki kerusakan tanggul seperti semula.

Baca Juga :  PTSL 2020, Bojonegoro Tempati Urutan Kedua Se Jawa Timur

Kades Prigi diminta memperbaiki tanggul dengan batas waktu kurang lebih dua minggu. Hingga saat ini, proses perbaikan tanggul masih dilakukan Kades Prigi. Pihak Korsa OP SDA IV meminta tanggul bengawan yang dirusak itu diperbaiki seperti semula.

“Kepala Desa Prigi harus bertanggung jawab terkait hal ini,” tandas.

Sementara itu, Sekretaris Camat Kanor, Riyono membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, saat itu Bupati Bojonegoro sudah turun lapangan dan ada mediasi antara Pemerintah Desa, Camat dan Pemerintah Daerah.

“Waktu itu sudah ada mediasi,” tutupnya. (mil/yud)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Peringati MayDay 2023, DPC Sarbumusi NU Bojonegoro Launching LBH BUMI
Tiga Pilar Bubulan Kawal Penyaluran Migor Subsidi
Beredar Kabar Hoax Tim Covid Hunter Turun Malam Hari di Bojonegoro
Bentuk Karakter Generasi Muda, Koramil Dander Rutin Latih Beladiri
Sempat Gegerkan Warga, Korban Meninggal Mendadak Ternyata ODGJ
Forkopimda Bojonegoro Dukung Penuh Gerakan Jatim Bermasker
Bawa Tuntutan, Demo Forum Kedaulatan Masyarakat Bojonegoro Terkesan Lucu
Dua Pasangan Diduga Mesum Diamankan Satpol PP

Berita Terkait

Sabtu, 4 November 2023 - 08:37

Cak Imin Klaim Dapat Dukungan Habib di Solo: Mereka Soroti Pendidikan

Kamis, 10 Februari 2022 - 08:45

Komunitas Petani Muda Bojonegoro Deklarasi Gus Muhaimin Jadi Presiden 2024

Berita Terbaru

Beberapa varietas yang disukai adalah Inpari 32. Para petani menyukai varietas ini karena dinilai memiliki beberapa keunggulan.

Pertanian

Jelang Musim Tanam, Petani Lebih Suka Benih Inpari 32

Minggu, 5 Nov 2023 - 05:06