Polres Bojonegoro Bentuk Kampung Tangguh Semeru di Desa Zona Merah

- Reporter

Kamis, 4 Juni 2020 - 11:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bojonegorotoday.com – Gugus tugas Covid-19 Kabupaten Bojonegoro membentuk kampung tangguh di sejumlah titik di beberapa desa. Langkah ini dibentuk agar warga mandiri untuk menjalani kehidupan di tengah Pandemi Corona (Covid-19).

Beberapa struktur yang disiapkan dalam kampung tangguh semeru diantaranya adalah lumbung pangan, ruang informasi Covid 19, tempat dan petugas pemulasaran jenasah Covid 19, tempat dan personil Keamanan dan tempat ruang Isolasi, tempat cuci tangan, pakai masker, phycical/social distancing, petugas kesehatan dan cara penanganan pasien.

Kapolres Bojonegoro, AKBP M Budi Hendrawan SIK MH mengatakan, selain kampung tangguh semeru yang ada di Desa Campurejo, Kecamatan Kota Bojonegoro dan di Desa Plesungan Kecamatan Kapas, rencana di 28 kecamatan yang ada di Bojonegoro dibentuk kampung tangguh semeru lainnya yang tersebar di beberapa desa.

Kampung tangguh semeru tersebut sesuai dengan arahan Kapolda Jatim saat melakukan peninjuan kampung tangguh semeru di Desa Campurejo kemarin, desa yang keadaannya zona merah.

“Nanti di setiap kecamatan akan ada kampung tangguh semeru yang dibentuk di desa yang masuk kategori zona merah dan masyarakat sangat antusias atas pembentukan kampung tangguh semeru ini,” kata M Budi Hendrawan, Kamis (04/06/2020).

Mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim ini menambahkan, konsep kampung tangguh dinilai berkolerasi dengan tatanan kehidupan baru atau new normal yang akan diberlakukan oleh pemerintah pusat.

Kampung tangguh semeru ini dibentuk secara gotong royong yakni tiga pilar (TNI, Polri, Pemerintah Desa) dan masyarakat desa tersebut.

Baca Juga :  Pulang Magang dari Jepang, Mahasiswa asal Kapas Bojonegoro Diisolasi

“Salah satu konsep kampung tangguh ini sangat berhubungan dengan new normal dimana konsep utamanya memandirikan masyarakat bukan hanya menghadapi Covid-19 saja tetapi bagaimana menghadapi permasalahan lainnya selain kesehatan, seperti permasalahan ekonomi, sosial, pangan dan keamanan,” tandas Kapolres.

Bahwa kampung tangguh semeru yang menuju new normal ini bisa berdampak tatanan kehidupan masyarakat seperti semula tetapi tetap memperhatikan protokol kesehatan sehingga bisa memutus mata rantai virus corona ini.

Vaksinnya Covid-19 yakni disiplin, baik disiplin memakai masker, sering cuci tangan pakai sabun, jaga jarak dan selalu melakukan hidup bersih dinilai salah satu cara memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Manakala secara individu dan pribadi disiplin cuci tangan, menggunakan masker, jaga jarak dan tidak kontak fisik sementara, Insya Allah itu akan mengurangi dan memutus mata rantai virus corona,” pungkas Alumni Akpol 2000 ini. (lis/yud)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Peringati MayDay 2023, DPC Sarbumusi NU Bojonegoro Launching LBH BUMI
Tiga Pilar Bubulan Kawal Penyaluran Migor Subsidi
Beredar Kabar Hoax Tim Covid Hunter Turun Malam Hari di Bojonegoro
Bentuk Karakter Generasi Muda, Koramil Dander Rutin Latih Beladiri
Sempat Gegerkan Warga, Korban Meninggal Mendadak Ternyata ODGJ
Forkopimda Bojonegoro Dukung Penuh Gerakan Jatim Bermasker
Bawa Tuntutan, Demo Forum Kedaulatan Masyarakat Bojonegoro Terkesan Lucu
Dua Pasangan Diduga Mesum Diamankan Satpol PP

Berita Terkait

Sabtu, 4 November 2023 - 08:37

Cak Imin Klaim Dapat Dukungan Habib di Solo: Mereka Soroti Pendidikan

Kamis, 10 Februari 2022 - 08:45

Komunitas Petani Muda Bojonegoro Deklarasi Gus Muhaimin Jadi Presiden 2024

Berita Terbaru

Beberapa varietas yang disukai adalah Inpari 32. Para petani menyukai varietas ini karena dinilai memiliki beberapa keunggulan.

Pertanian

Jelang Musim Tanam, Petani Lebih Suka Benih Inpari 32

Minggu, 5 Nov 2023 - 05:06