Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Bojonegoro Dipantau Ketat Pemerintah Daerah

- Reporter

Selasa, 18 Agustus 2020 - 16:04

facebook twitter whatsapp copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bojonegorotoday.com – Tiga sekolah yang menjadi pilot project Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas di Kabupaten Bojonegoro melaksanakan pembelajaran tatap muka, Selasa (18/08/2020) pagi. Dua minggu kedepan bakal dievaluasi.

Pembelajaran tatap muka secara terbatas tersebut mendapat pemantauan ketat di lokasi dari Bupati Bojonegoro, Dinas Pendidikan Bojonegoro, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Bojonegoro-Tuban, dan DPRD Provinsi Jawa Timur.

Proses PTM di tiga sekolahan tersebut menerapkan protokol pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Sehingga, kedepan tidak ditemukan cluster baru penyebaran virus corona meskipun di Kabupaten Bojonegoro dikabarkan masuk zona orange.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah mengatakan, pembelajaran tatap muka secara terbatas ini merupakan upaya kegiatan belajar mengajar di era new normal. Proses ini, dua minggu kedepan akan dievaluasi, untuk menentukan dilanjut atau tidak.

Baca Juga :  Bupati Anna Tekankan Pencairan PIP Langsung ke Rekening Siswa

Selain keliling meninjau fasilitas serta kondisi uji coba pembelajaran, Bupati memberikan pembekalan kepada para kepala sekolah, guru serta murid. Agar pihak sekolah serta para murid untuk tetap sadar dan disiplin dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Jangan sampai dalam proses pembelajaran kita mengabaikan protokol Covid-19. Kita harus senantiasa selalu disiplin dalam pencegahan,” kata Bupati menegaskan.

Pembelajaran tatap muka terbatas ini hanya memperbolehkan 25 persen dari jumlah siswa serta terdapat pembatasan jam pelajaran. Jam pelajaran tidak bisa full time, hanya 3 sampai 4 jam serta tidak ada jam istirahat. Untuk mengurangi interaksi antar siswa.

Sementara itu, Kepala Cabdindik Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro, Adie Prayitno mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jatim Nomor 420/11350/101.1/2020 tentang pembelajaran tatap muka SMA/SMK dan SLB.

Baca Juga :  Mendikbud Batalkan Ujian Nasional 2020, Bagini Penjelasannya

“Ada tiga sekolah yang menjadi pilot project, yakni SMAN 1 Bojonegoro, SMKN 1 Bojonegoro dan SLB Negeri Sumbang,” katanya kepada bojonegorotoday.com.

Setelah ini di evaluasi dan dinyatakan berhasil, maka pihaknya akan menindaklanjuti. Ketiga sekolah yang ditunjuk ini akan menjadi role model percontohan. Sehingga pembukaan masuk sekolah tahap new normal akan segera dilakukan bertahap. (mil/yud)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Melalui Beasiswa Pemkab, Putra Putri Daerah Berkontribusi Tingkatkan SDM di Bojonegoro
Bupati Bojonegoro Harapkan Pramuka dapat Beradaptasi dengan Kemajuan Zaman
Mahasiswa Penerima Beasiswa Banyu Urip Luncurkan Buku
Bupati Anna dan Mantan Bupati Imam Soepardi Hadir Bersama Di Wisuda STIKES Rajekwesi
Hadiri Literasi Digital, Bupati Ajak Pelajar Manfaatkan Beasiswa Pemkab
Bupati Bojonegoro Terima Anugrah Widya Wiyata Dharma Satya dari Unesa
Hari Anak Nasional 2022, Sosialisasikan Satuan Pendidikan Ramah Anak di Ponpes
Hadiri Rapat Evaluasi RPL, Bupati Berharap SDM di Desa Meningkat

Berita Terkait

Sabtu, 4 November 2023 - 08:37

Cak Imin Klaim Dapat Dukungan Habib di Solo: Mereka Soroti Pendidikan

Kamis, 10 Februari 2022 - 08:45

Komunitas Petani Muda Bojonegoro Deklarasi Gus Muhaimin Jadi Presiden 2024

Berita Terbaru

Beberapa varietas yang disukai adalah Inpari 32. Para petani menyukai varietas ini karena dinilai memiliki beberapa keunggulan.

Pertanian

Jelang Musim Tanam, Petani Lebih Suka Benih Inpari 32

Minggu, 5 Nov 2023 - 05:06