oleh

Bupati Sampaikan Jawaban Atas PU Fraksi-Fraksi DPRD

bojonegorotoday.com – Bupati Bojonegoro Anna Muawanah menyampaikan jawaban atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, melalui vidioconference, Senin (07/09/2020) siang.

Bupati menyampaikan, dari sisi pendapatan, yang ditargetkan pada Perubahan APBD Tahun 2020 mengalami penurunan cukup signifikan. Ada beberapa faktor mendasar yang menyebabkan penurunan pendapatan pada Perubahan APBD ini.

Beberapa faktor yang mendasar tersebut yakni, adanya perubahan ketetapan atas dana transfer sebagaimana diatur terakhir melalui Perpres 72 tahun 2020. Terdapat penurunan dana transfer yang meliputi DBH, DAU, DAK, DID dan Dana Desa (DD)

Baca Juga :  3 dari 23 Petak Tanah di Semambung Kanor Sudah Dibebaskan

“Dari ketetapan awal sejumlah Rp 3 Triliun menjadi Rp 2,7 Triliun,” kata Bupati.

Lalu, penurunan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya dari sektor pajak, retribusi dan PAD lainya. Ketetapan awal PAD sejumlah Rp 843.284.521.811 turun menjadi Rp 568.482.307.331 yang disebabkan dampak Pandemi Covid-19.

Bupati menambahkan, beberapa kebijakan ditengah Pandemi Covid-19 terkait pendapatan daerah yang dilakukan diantaranya, pemberlakuan kebijakan sunset policy untuk pembayaran pajak PBB P2.

Baca Juga :  Akibat Wabah Covid-19, Kunker DPRD Bojonegoro Tersendat

“Dimana denda pajak dari tahun 2013 hingga 2020 dilakukan pemutihan, dengan harapan mampu merangsang minat bayar masyarakat atas kewajiban pembayaran pajak PBB P2,” ucapnya.

Melakukan penyesuaian atas beberapa tarif retribusi, atas tarif retribusi yang selama ini berlaku sudah tidak relevan lagi (lebih dari 9 tahun).

Melakukan pembukaan kembali (reopening) beberapa objek wisata, ijin tempat hiburan dan acara ritual masyarakat di Kabupaten Bojonegoro dengan tetap memperhatikan dan menerapkan protokol Covid-19;

Baca Juga :  Hearing Komisi D, DPRD Bojonegoro : Jangan Sampai Kualitas Pengerjaan Proyek Buruk

Melakukan penguatan penerimaan Pajak Daerah dengan memperhatikan perkembangan dan kondisi ekonomi saat ini.

Kemudian, terkait Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Bojonegoro, tetap melakukan optimalisasi kinerja. Sehingga memberikan manfaat dan sumbangsih terhadap penerimaan pendapatan daerah.

“Serta menguatkan eksistensinya sebagai badan usaha yang benar-benar berorientasi bisnis yang mandiri,” imbuhnya. (mil/yud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Today