oleh

DPRD Bojonegoro Mediasi PT Rekind dengan Forkomas Baja

bojonegorotoday.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro memediasi antara PT Rekayasa Industri (Rekind) dengan Forum Komunikasi Masyarakat Banyuurip-Jambaran (Forkomas Baja), Rabu (09/09/2020).

Mediasi tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Imam Sholikin (PKB), Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto (Demokrat) dan Wakil Ketua DPRD Mitroatin (Golkar). Kemudian, perwakilan PT Rekind serta perwakilan Pertamina EP Cepu (PEPC).

Wakil Ketua DPRD, Sukur Priyanto mengatakan, dalam mediasi tersebut Forkomas Baja tidak hadir. Alasan ketidak hadiran Forkomas Baja dianggap tidak jelas. Sebab saat dihubungi jawabnya saling lempar antar anggota yang lain.

Baca Juga :  Bentuk Kepengurusan Baru, Partai Golkar Bojonegoro Lakukan Safari Politik

“Harusnya Forkomas Baja ini datang untuk menyelesaikan permasalahan yang dianggap belum selesai,” katanya kepada bojonegorotoday.com, Rabu (09/09/2020).

Politisi Partai Demokrat ini menilai, PT Rekind dan PEPC telah berkontribusi banyak terkait percepatan pembangunan Proyek Jambaran Tiung-Biru (JTB) yang melibatkan masyarakat sekitar proyek Migas tersebut, sebagai bentuk komitmennya.

Tidak kurang dari 1.200 warga lokal 12 desa di sekitar Proyek Migas Jambaran Tiung-Biru (JTB), Kecamatan Ngasem yang turut bekerja. Tidak kurang dari Rp 1 Triliun digelontorkan ke kontraktor-kontraktor lokal di Kabupaten Bojonegoro.

Baca Juga :  Ini Dia Hubungan Partai Garuda dengan Gerindra

“Tidak kurang dari 8 kontrakror lokal yang sampai saat ini masih aktif bekerja di proyek JTB ini,” ucapnya.

Ketidakhadiran Forkomas Baja ini tentu menjadikan banyak orang bertanya. “Ini kepentingan masyarakat atau kelompok-kelompok tertentu, ini yang perlu diwaspadai,” kata Sukur.

Sementara itu, Site Manager Rekind Proyek GPF JTB, Zainal Arifin mengatakan, sebenarnya apa yang disampaikan Forkomas Baja sudah dilakukan oleh PT Rekind. Ia menganggap tidak ada persoalan terkait pembayaran.

Baca Juga :  Berharap di Komisi IV, Fokus Kembangkan Agroindustri Pertanian dan Ekonomi Kreatif

“Sebab pembayaran sesuai dengan progres pembangunan,” kata Zaenal Arifin.

Pihaknya cukup menyayangkan ketidakhadiran Forkomas Baja. Sebab, jika dalam penjelasan dari PT Rekind tidak puas, maka bisa dijelaskan kembali. Artinya, dalam forum mediasi semua bisa saling mengklarifikasi. (mil/yud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Today