oleh

Kadisperta Angkat Bicara Dugaan Problem Dana Klaim AUTP

bojonegorotoday.com – Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Helmi Elisabet menjelaskan permasalahan klaim dana puso di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro yang diduga dimasukkan ke rekening pribadi ketua poktan.

Dijelaskan, luas lahan yang didaftarkan Asuransi Usaha Tani Pribdi (AUTP) oleh Kelompok Tani (Poktan) ‘Langen Tresno’ Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas yang diketuai Parni Purwati adalah 42,96 hektare (ha) dengan jumlah anggota 65 petani.

“Pada saat musim kemarau pada bulan Mei hingga Agustus, poktan mengalami gagal panen akibat kekeringan dengan luas pengajuan 45,70 hektare untuk 60 petani,” jelas Helmi Elisabet, Rabu (11/11/2020).

Baca Juga :  Berharap Kaum Milenial Bisa Jadi Petani Profesional

Sesuai dengan prosedur klaim, lanjut dia, pada saat diperiksa PT Jasindo Cabang Surabaya ada barang bukti kekeringan yang hilang karena sudah dipotong oleh petani sendiri sehingga luasan klaim yang disetuju PT Jasindo adalah 29,79 hektare untuk 46 petani.

“Nilai kerugian yang disetujui dan telah dibayar Jasindo kepada poktan melalui rekening kelompok adalah sebesar Rp 178.740.000,” ucapnya.

Baca Juga :  Jaga Ketahanan Pangan, Bupati Bojonegoro Berikan Pembinaan Pertanian

Dari situ permasalahan mulai muncul. Ada pihak yang mempertanyakan apakah bantuan klaim AUTP tersebut sudah benar-benar disalurkan kepada penerima atau belum. Juga, adanya kecurigaan uang klaim AUTP itu disimpan di rekening pribadi ketua poktan.

PPL melakukan konfirmasi ke Ketua Poktan. Dana klaim AUTP memang sebesar Rp 178.740.000. Pada saat pengambilan di bank hanya diambil Rp 100.000.000 sisanya sebesar Rp 78.740.000 oleh ketua poktan dimasukkan ke rekening pribadi.

“Namun seluruh dana klaim tersebut uang sisa menurut pengakuan Ketua Poktan (Bu Parni) sudah dibagikan kepada yang berhak menerima,” jelasnya.

Baca Juga :  Petani dapat Ajukan Pupuk Subsidi secara Manual

Ia menambahkan, tindak lanjut dari Dinas Pertanian Bojonegoro berkoordinasi dengan Camat Kapas agar para pihak dipertemukan. Waktu sementara yang diusulkan adalah hari Juumat pagi tanggal 13 November 2020 mendatang, sebab PPL masih ada kegiatan.

“PPL yang memahami masalah diatas saat ini mengikuti pendampingan uji kompetensi di Malang yang diselenggarakan BPSDM Kementan sampai dengan hari Kamis,” imbuhnya. (mil/yud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Today