Awalnya Coba-Coba Membuat Wingko, Kini Usahanya Semakin Berkembang

- Reporter

Kamis, 4 Februari 2021 - 15:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

bojonegorotoday.com – Tidak terpungkiri bahwa seorang ibu rumah tangga harus bergelut di rumah saja tanpa melakukan aktifitas lainnya. Di masa sekarang sudah tidak asing bagi ibu-ibu rumah tangga untuk menghasilkan uang.

Misalnya, Suci Wulandari asal Desa Tulungagung, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, disela kesibukannya mengurus rumah tangga, ibu ini mencoba membuat jajanan wingko dan menjualnya. Alhasil jajanannya laris manis.

Wingko adalah makanan yang berbahan dasar tepung ketan dan kelapa, berbentuk bulat dan pipih. Wingko dikenal dengan oleh-oleh khas Babat Kabupaten Lamongan. Namun, sekarang wingko banyak di produksi di daerah manapun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awalnya ia tidak berniat untuk jualan wingko. Pada saat itu ketika suami saya sedang libur lebaran tahun 2018, suaminya berniatan untuk mengunjungi rumah sahabatnya di madiun. Saat itu bingung mau dibawakan apa untuk oleh-oleh. Akhirnya terfikirkan wingko karena memang makanan khas sini.

Baca Juga :  Inovasi IKM Bojonegoro, Sulap Krokot Jadi Kopi Milenial

Suci berniat membuat sendiri dari pada beli. Sebab dengan uang yang sama akan mendapatkan wingko lebih banyak. Ia mendapat pujian dari teman suaminya karena wingko buatannya berbeda dengan yang lain. Ini yang membuatnya menekuni usaha ini.

“Sejak saat itu saya mulai menekuni bisnis ini dengan mumulai posting foto wingko buatan saya. Ternyata respon dikalangan pasar sangatlah bagus,” ucapnya.

Bukan hanya wingko saja yang di produksi. Melainkan ada kue kering seperti nstar, putri salju, kastengel dan kue sepmrit jadul. Semua itu adalah hasil coba-coba sehingga menghasilkan suatu resep.

Suci berusaha melegalkan produknya. Pada tahun 2020 dia mendaftarkan dan memenuhi berkas persyaratan setifikat izin pangan Industri Rumah Tangga (IRT) dan Dinas Kesehatan (Diskes).

Baca Juga :  IKM Bojonegoro Siap Merambah Dunia Ekspor

“Untuk saat ini saya masih menunggu kabar dari pihak Dinkes untuk proses selanjutannya,” ujarnya.

Suci tidak setiap hari membiat wingko. Dia hanya membuat sesuai pesanan saja. Harga perkotak kisaran Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu. Setiap kotak berisi 20 biji. Dia menyesuaikan harga dengan bahan baku kelapa.

Wingko merupakan jajan basah yang tidak menggunakan bahan pengawet makanan. Karena itu, wingko buatannya hanya bisa bertahan lima hari saja.

Suci memasarkan produknya secara online dan disebar ke berbagai toko. Bahkan juga keluar kota seperti Kalimantan, Kepulauan Riau dan Sulawesi. Ia pernah mengirim ke Jakarta, tapi ketika barangnya sapai tujuan, barangnya rusak karena kelamaan di perjalanan.

Baca Juga :  Pengurus BUMDes Berkaho Pungpungan Sambangi Unit Usaha Persewaan Gerobak

“Pengiriman yang berada di luar kota saya kemas dengan vakum sealer. Tetap saja ada resiko rusak di jalan, karena estimasi waktu ekspedisi tidak bisa di prediksi,” tutupnya. (may/yud)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Menparekraf Beri Dukungan Pelaku Ekonomi Kreatif di Bojonegoro
Sambut Ramadhan 1443 H, Pelaku UMKM IKM Bojonegoro Gelar Bazar Murah
IKM Bojonegoro Siap Merambah Dunia Ekspor
Meneropong Potensi Ekonomi Lokal di Sekitar Jembatan Kanor Rengel (1)
Warga Desa Kedungdowo Balen Olah Limbah Peternakan Jadi Pupuk Organik
Siap Investasi, Keind Gelar Business Trip to Bojonegoro
Buka Usaha Awal Pandemi, Peminat Hingga Luar Jawa
Kerajinan Pelepah Pisang dari Bojonegoro Raih Juara Tingkat Jatim
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 4 November 2023 - 08:37

Cak Imin Klaim Dapat Dukungan Habib di Solo: Mereka Soroti Pendidikan

Kamis, 10 Februari 2022 - 08:45

Komunitas Petani Muda Bojonegoro Deklarasi Gus Muhaimin Jadi Presiden 2024

Berita Terbaru

Beberapa varietas yang disukai adalah Inpari 32. Para petani menyukai varietas ini karena dinilai memiliki beberapa keunggulan.

Pertanian

Jelang Musim Tanam, Petani Lebih Suka Benih Inpari 32

Minggu, 5 Nov 2023 - 05:06