Komitmen Bupati Anna Turunkan AKI AKB dan Stunting

- Reporter

Jumat, 19 Maret 2021 - 02:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO – Pemkab Bojonegoro menggelar rembug upaya percepatan penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB) dan Stunting. Acara dilaksanakan di ruang Angling Dharma pemkab setempat pada Kamis (18/03/2021).

Kepala Bagian Pembangunan dan Pendapatan Daerah (Bappeda) Bojonegoro Murtadlo menjelaskan, perkembangan kasus AKI terjadi secara fluktuatif dari tahun ke tahun. Tahun 2020 angka AKI sebanyak 161,8 per 100 ribu kelahiran induk atau naik 12,14 poin dari tahun 2019.

“Dalam 3 tahun terakhir perkembangan AKI menunjukkan tren meningkat, karena jumlah AKI lebih besar daripada AKI Provinsi Jawa Timur, namun lebih rendah dari AKI nasional,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sedangkan tahun 2020 angka AKB di Kabupaten Bojonegoro mengalami tren penurunan. Tahun 2020 sebanyak 7,7 % atau per 1.000 kelahiran induk dan turun 1,3 point dari tahun 2019. Dan, kasus AKB yang terjadi di tahun 2020 sebanyak 138 AKB.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Dorong Realisasi Wisata Tebing Gupit Desa Sumuragung

“Secara umum angka AKB lebih rendah daripada angka AKB Provinsi dan Nasional,” kata Murtadlo.

Sementara, untuk kasus stunting yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro privalensi stunting balita pendek, dan sangat pendek dalam 3 tahun terakhir menunjukkan tren menurun, dari tahun 2020 sebesar 6. 87 persen atau turun 1,9 persen dari tahun 2019.

“Secara umum pula privalensi stunting di Bojonegoro lebih rendah dari provinsid an nasional,” ujarnya.

Pihaknya berharap, adanya rembug AKI, AKB dan Stunting ini, nantinya dapat menghasilkan solusi-solusi dalam percepatan penanganan AKI, AKB dan Stunting di Kabupaten Bojonegoro.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah menuturkan bahwa suatu program akan berjalan cepat maka perlu adanya konsistensi dan efektivitas, anggaran bukan menjadi tolak ukur untuk menyelesiakan sebuah program.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Kembali Berikan Bantuan Beasiswa, Untuk Mahasiswa Tingkat Akhir

“Maka dari itu perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak untuk percepatan penurunan angka stunting di Bojonegoro, mulai dari pemerintah daerah, serta pemerintah desa bahkan tingkat Posyandu,” ucapnya.

Ia menambahkan, disinilah peran perawat, bidan serta peran kader posyandu sangat diperlukan dalam memberikan pendampingan kepada ibu hamil, agar benar-benar menjaga kehamilanya, supaya dapat menciptakan anak yang sehat.

“Serta anak yang berkualitas sehingga kasus AKI, AKB maupun stunting bisa dikendalikan,” imbuhnya. (muh/mil)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, Bakorwil Bojonegoro Gelar Pasar Murah
Kantor Kemenag Bojonegoro Kembali Raih Penghargaan Pengelolaan Keuangan Terbaik
Pemkab Bojonegoro Akan Bangun 170 Km Jalan Desa Melalui Dana BKK 
Serahkan SK PPPK Nakes, Bupati Anna Ajak Tingkatkan Kualitas SDM
Pemkab Bojonegoro Terima Penghargaan Realisasi PAD Tertinggi Se Indonesia
Lantik Pejabat Lingkup Pemkab, Bupati Anna Wanti-wanti Tahun Politik
Penetapan Hari RPL di Bojonegoro, Pemkab Bojonegoro Lanjutkan RPL Jenjang Magister
Pemkab Bojonegoro Sosialisasikan Rencana Tindak Darurat Bendungan Pacal

Berita Terkait

Sabtu, 4 November 2023 - 08:37

Cak Imin Klaim Dapat Dukungan Habib di Solo: Mereka Soroti Pendidikan

Kamis, 10 Februari 2022 - 08:45

Komunitas Petani Muda Bojonegoro Deklarasi Gus Muhaimin Jadi Presiden 2024

Berita Terbaru

Beberapa varietas yang disukai adalah Inpari 32. Para petani menyukai varietas ini karena dinilai memiliki beberapa keunggulan.

Pertanian

Jelang Musim Tanam, Petani Lebih Suka Benih Inpari 32

Minggu, 5 Nov 2023 - 05:06