Peserta Berharap Tes Perades di Desa Kanor Berlangsung Jujur

- Reporter

Selasa, 8 Juni 2021 - 03:44

facebook twitter whatsapp copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO – Salah satu peserta pengisian perangkat desa formasi Sekdes Desa Kanor, Fiviet Ayu Purwaningsih, S.Pd. berharap pelaksanaan pengisian perangkat desa di Desa Kanor berlangsung jujur.

Peserta perempuan dari Desa Sumberwangi, Kecamatan Kanor ini tidak menginginkan adanya permainan oknum-oknum yang merusak kemurnian dari pengisian perangkat desa di Desa Kanor tersebut.

“Saya berharap tes pengisian perangkat desa di Desa Kanor berjalan dengan jujur, adil, dan transparan prosesnya mulai dari awal hingga akhir,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia berpendapat, bahwa proses ketidakjujuran dalam pengisian perangkat desa akan mencetak generasi yang tidak baik dalam pemerintahan desa. Ia juga akan bersuara lantang jika ada indikasi-indikasi kecurangan.

Baca Juga :  Setelah Penantian 10 Tahun, Sudetan Kali Gandong Akhirnya Dilakukan

“Jika memang ditemukan adanya indikasi kecurangan, maka saya akan menggunakan hak saya sebagai peserta atau masyarakat untuk melaporkan ke pihak yang berwenang,” pungkasnya.

Ibu satu anak ini juga berharap panitia pelaksanaan pengisian perangkat desa di Desa Kanor menghargai pendapat dari para peserta. Artinya, sistem demokrasi benar-benar dijalankan dengan baik.

Pelaksanaan tes perangkat desa formasi Sekdes Desa Kanor, Kecamatan Kanor, rencananya dilaksanakan pada 10 Mei 2021 mendatang, dengan menggandeng pihak ke tiga Universitas Muhammadiyah Gresik.

Sebelumnya, Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan rapat kerja (Raker) terkait pengisian perangkat desa di Kecamatan Kanor dan Sumberrejo beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Tunjangan GTT dan PTT di Bojonegoro Naik 20 Persen

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro, Agung Handoyo menyampaikan, bahwa rapat kerja tersebut sebagai upaya untuk memperbaiki proses pelaksanaan pengisian perangkat desa.

“Kami meminta kepada tim pengisian perangkat desa untuk melengkapi MoU, sebab MoU harus ditandatangani oleh Rektor atau pihak yang ditunjuk,” kata Politisi Partai PDIP ini.

“Untuk tatib, peserta harus mengetahui, karena itu adalah hak peserta untuk mengetahuinya,” tambahnya.

Pihaknya berharap pengisian perangkat desa berjalan dengan tertib, jujur, adil dan transparan. Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Sebab, jika ada pihak yang merasa dirugikan berpotensi melapor ke APH.

“Kami tidak ingin tim pengisian perangkat desa dipanggil oleh Aparat Penegak Hukum (APH), oleh karena itu pelaksanaan harus jujur dan sesuai peraturan perundangan,” tutupnya. (muh/mil)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, Bakorwil Bojonegoro Gelar Pasar Murah
Kantor Kemenag Bojonegoro Kembali Raih Penghargaan Pengelolaan Keuangan Terbaik
Pemkab Bojonegoro Akan Bangun 170 Km Jalan Desa Melalui Dana BKK 
Serahkan SK PPPK Nakes, Bupati Anna Ajak Tingkatkan Kualitas SDM
Pemkab Bojonegoro Terima Penghargaan Realisasi PAD Tertinggi Se Indonesia
Lantik Pejabat Lingkup Pemkab, Bupati Anna Wanti-wanti Tahun Politik
Penetapan Hari RPL di Bojonegoro, Pemkab Bojonegoro Lanjutkan RPL Jenjang Magister
Pemkab Bojonegoro Sosialisasikan Rencana Tindak Darurat Bendungan Pacal

Berita Terkait

Sabtu, 4 November 2023 - 08:37

Cak Imin Klaim Dapat Dukungan Habib di Solo: Mereka Soroti Pendidikan

Kamis, 10 Februari 2022 - 08:45

Komunitas Petani Muda Bojonegoro Deklarasi Gus Muhaimin Jadi Presiden 2024

Berita Terbaru

Beberapa varietas yang disukai adalah Inpari 32. Para petani menyukai varietas ini karena dinilai memiliki beberapa keunggulan.

Pertanian

Jelang Musim Tanam, Petani Lebih Suka Benih Inpari 32

Minggu, 5 Nov 2023 - 05:06