Satreskrim Polres Bojonegoro Selidiki Laka Akibat Proyek TPT di Desa Prigi

- Reporter

Jumat, 6 Agustus 2021 - 04:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bojonegoro melakukan penyelidikan terkait kecelakan akibat gundukan koral Proyek TPT di Desa Prigi, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.

Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Fran Dalanta Kembaren mengatakan, pihaknya masih melakukan klarifikasi terkait kecelakaan tunggal yang menewaskan MAI, 36 tahun, warga Desa Prigi, Kecamatan Kanor.

“Iya mas, ini kami juga ngecek di lokasi dan lantas juga ngecek,” katanya kepada bojonegorotoday.com, Jumat (06/08/2021).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Kanit Laka Lantas Polres Bojonegoro, Ipda Ahmad Adhi Kiswanto menjelaskan, kronologi kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 Wib. Saat itu korban dari arah selatan ke utara.

Baca Juga :  Janjikan Proyek, Minta DP, Kades Ini Dibekuk Polisi

“Sesampainya di TKP menabrak tumpukan koral yang berada di sisi sebelah barat, karena pengendara sepeda motor tidak dapat menguasai stir sehingga terjatuh,” katanya.

Korban mengendarai sepeda motor happy bernomor polisi S 3799 DV. Akibat kecelakaan tersebut korban mengalami luka-luka. Dan, akhirnya korban meninggal dunia dalam perjalanan perawatan medis.

Sebelumnya, proyek tembok penahan tanah (TPT) tanpa papan informasi yang berada di Desa Prigi, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menelan korban jiwa pada Rabu (04/08/2021) lalu.

MAI, 36 tahun, warga desa setempat, meninggal dunia akibat menabrak gundukan material koral sekitar lokasi proyek. Korban sempat dilarikan ke puskesmas setempat. Namun sayang, nyawa korban tidak tertolong.

Baca Juga :  Polda Jatim Bongkar Prostitusi Online Libatkan Anak Dibawah Umur

Hal tersebut seperti disampaikan, Agus, warga Desa Prigi, Kecamatan Kanor. Peristiwa berdarah itu terjadi pada malam hari. Korban menabrak gundukan material koral di lokasi proyek yang tak disertai rambu jalan.

“Di lokasi proyek tidak ada rambu-rambu jalan dan posisi material melebar ke tengah jalan. Ini memang sangat membahayakan,” kata Agus.

Teguh, warga desa setempat menuturkan, bahwa sebelum meninggal dunia, korban sempat menyampaikan bahwa ia jatuh dari sepeda setelah menabrak gundukan koral di sekitar makam desa setempat.

“Korban mengatakan jatuh menabrak tumpukan koral yang ada di selatan makam,” ujar pria yang sempat menolong korban itu.

Belum diketahui secara persis siapa kontraktor pelaksana proyek TPT tersebut. Sebab di lokasi proyek tidak ada papan informasi. Sehingga, belum diketahui siapa pelaksana proyek yang berada di sekitar tapal batas desa itu. (muh/mil)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Harap Kades dapat Berperan Aktif dalam Penerapan Restorative Justice
Kolaborasi Pemkab-Kejari, Inisiasi Rumah RJ untuk Perdamaian Masalah Hukum
Satreskrim Polres Bojonegoro Ringkus 3 Pelaku Perampokan, 3 Lainnya Buron
Nekat Maling Mixer Masjid, Pria di Bojonegoro Ini Dibekuk Polisi
Diduga Lakukan Penggelapan, Oknum Kasun Mlinjeng Diringkus Polisi
Polisi di Bojonegoro Bagikan Masker dan Imbau Tertib Lalulintas
Janjikan Proyek, Minta DP, Kades Ini Dibekuk Polisi
Berkas Lengkap, Polri Serahkan Bupati Nganjuk dan 6 TSK Lain ke Kejari Nganjuk

Berita Terkait

Sabtu, 4 November 2023 - 08:37

Cak Imin Klaim Dapat Dukungan Habib di Solo: Mereka Soroti Pendidikan

Kamis, 10 Februari 2022 - 08:45

Komunitas Petani Muda Bojonegoro Deklarasi Gus Muhaimin Jadi Presiden 2024

Berita Terbaru

Beberapa varietas yang disukai adalah Inpari 32. Para petani menyukai varietas ini karena dinilai memiliki beberapa keunggulan.

Pertanian

Jelang Musim Tanam, Petani Lebih Suka Benih Inpari 32

Minggu, 5 Nov 2023 - 05:06