Program Aladin, Rehab RTLH di Bojonegoro Semakin Merata

- Reporter

Rabu, 15 September 2021 - 13:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro genjot bantuan untuk program atap lantai dinding (Aladin). Tahun ini, total pengerjaan sebanyak 3.924 unit. Hingga kini, pengerjaan terus berjalan. Tuntas 100 persen kurang lebih 1.800 unit.

Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman (PKP) Cipta Karya Bojonegoro, Zamroni mengatakan, rehab rumah tidak layak huni (RTLH) merupakan salah satu program prioritas Pemkab Bojonegoro.

Program Aladin tahun anggaran 2021, sebanyak 3.924 unit di 27 kecamatan. Progres hingga pertengahan September, pengerjaan tuntas 100 persen kurang lebih 1.800 unit. Sementara sisa 2.124 unit sedang tahap percepatan pengerjaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sampai pertengahan September ini sudah kelar kurang lebih 1.800 unit. Agak sedikit kendala dengan adat tradisi masyarakat Jawa. Insya Allah sampai akhir ini akan kelar target yang diharapkan. Untuk P-APBD 2021, sebanyak 1.500 unit. Anggaran per unit Rp 20 juta,” jelas Zamroni.

Baca Juga :  Minta Keterlibatan Naker Lokal Diperhatikan

Program Aladin diperuntukkan bagi keluarga tidak mampu. Adapun syarat-syarat penerima bantuan program Aladin yakni, warga Kabupaten Bojonegoro, warga yang sudah jompo atau tidak berpenghasilan, warga miskin (tidak berpenghasilan tetap).

Lalu, warga yang berpenghasilan per bulan di bawah rata-rata. Rumah yang tidak layak huni (reyot), tanah milik sendiri (ada bukti kepemilikan), tanah tidak bermasalah, serta tanah bukan milik desa, silir helo, PT KAI atau milik orang lain.

Sementara, untuk kriteria rumah yang akan dibangun yaitu atap sudah rapuh atau rusak berat, lantai masih tanah, dinding masih dari sesek atau gelam atau papan yang telah rapuh, kurang ventilasi udara dan cahaya.

“Untuk ukuran bangunan rumah panjanganya 6 meter dengan lebar 4 meter, tinggi bangunan 3,18 meter serta atap dari asbes,” katanya.

Baca Juga :  Si EZI Bojonegoro, Bangun Sistem Anti Korupsi Wujudkan ZI WBK

Terkait mekanisme, pengajuan RTLH melalui Pemerintah Desa (Pemdes). Pemdes berhak mengajukan proposal beserta kondisi rumah-rumah penduduk yang bersangkutan dan identitasnya.

Setiap tahun, program Aladin mengalami peningkatan. Tahun 2019 sebanyak 1.558 unit rehab. Di 2020, 3.743 rehab unit rumah. Peningkatan signifikan, pertanda pembangunan rehab untuk RTLH semakin merata di 28 kecamatan. (muh/mil)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, Bakorwil Bojonegoro Gelar Pasar Murah
Kantor Kemenag Bojonegoro Kembali Raih Penghargaan Pengelolaan Keuangan Terbaik
Pemkab Bojonegoro Akan Bangun 170 Km Jalan Desa Melalui Dana BKK 
Serahkan SK PPPK Nakes, Bupati Anna Ajak Tingkatkan Kualitas SDM
Pemkab Bojonegoro Terima Penghargaan Realisasi PAD Tertinggi Se Indonesia
Lantik Pejabat Lingkup Pemkab, Bupati Anna Wanti-wanti Tahun Politik
Penetapan Hari RPL di Bojonegoro, Pemkab Bojonegoro Lanjutkan RPL Jenjang Magister
Pemkab Bojonegoro Sosialisasikan Rencana Tindak Darurat Bendungan Pacal

Berita Terkait

Sabtu, 4 November 2023 - 08:37

Cak Imin Klaim Dapat Dukungan Habib di Solo: Mereka Soroti Pendidikan

Kamis, 10 Februari 2022 - 08:45

Komunitas Petani Muda Bojonegoro Deklarasi Gus Muhaimin Jadi Presiden 2024

Berita Terbaru

Beberapa varietas yang disukai adalah Inpari 32. Para petani menyukai varietas ini karena dinilai memiliki beberapa keunggulan.

Pertanian

Jelang Musim Tanam, Petani Lebih Suka Benih Inpari 32

Minggu, 5 Nov 2023 - 05:06