Si EZI Bojonegoro, Bangun Sistem Anti Korupsi Wujudkan ZI WBK

- Reporter

Senin, 8 November 2021 - 03:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO – Sistem Evaluasi Zona Integritas (Si EZI) sebagai pendukung tim penilai internal (TPI) Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi satu-satunya aplikasi di Indonesia yang terintegrasi dengan aplikasi evaluasi ZI milik Kemenpan RB.

Sistem ini sebagai pendukung dalam penilaian Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (ZI-WBK) Wilayah Birokrasi Bebas Melayani (WBBM) di lingkup Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro. Pun, bisa dipakai seluruh kabupaten/kota di Indonesia karena dikembangkan berdasarkan lembar kerja evaluasi (LKE) secara manual.

Hal tersebut seperti disampaikan Inspektur Pembantu Pengawas Reformasi Birokrasi dan Pencegahan Tipikor Inspektorat Bojonegoro, Rahmat Junaidi, saat melaksanakan Pembinaan dan pra-Evaluasi ZI dan Reformasi Birokrasi di wilayah satuan kerja Dinas Komunikasi dan Informatika pada Senin (08/11/2021).

“Tanggapan tersebut disampaikan oleh Pak Canggih, Koordinator Survei Kemenpan RB. Aplikasi Si EZI merupakan satu-satunya aplikasi di kabupaten/kota/provinsi di Indonesia yang sudah terintegrasi dengan aplikasi milik Menpan untuk penilaian ZI. Sementara untuk cakupan wilayah lain, pelaksanaannya masih menggunakan LKE manual,” ucap Rahmat.

Dijelaskan, Inspektorat bersama Bupati Bojonegoro telah berkomitmen terhadap pembangunan ZI-WBK per tanggal 4 November 2021. Untuk itu, kata Rahmat, bersama tim menindaklanjuti dengan melakukan praevaluasi sebelum evaluasi oleh Menpan.

“Dari hasil evaluasi, pertama telah menunjukan komitmen karena sudah disusun dan disesuaikan rencana aksi (renaksi). Hanya perlu disesuaikan. Kedua, dari evaluasi menunjukkan, apapun yang sudah dibangun sistem ZI di Kominfo sudah sesuai dengan yang diharapkan. Harapan kami renaksi disesuaikan sesuai ZI dan segera diunggah pada area-area yang ada di aplikasi Si EZI,” jelas Rahmat.

Baca Juga :  Bupati Bandung Akan Adopsi Kartu Petani Mandiri Bojonegoro

Di dalam pra-evaluasi, Inspektorat mengevaluasi terkait renaksi yang sudah disusun dan yang sudah dilaksanakan. Hasilnya, menunjukkan sudah ada keseriusan dari Kominfo untuk menjalankan renaksi. Renaksi kemudian disesuaikan dengan apa yang ditentukan di ZI dan dimasukkan ke Aplikasi Si EZI.

“Sebagai langkah awal, kita akan melakukan survey sebagai baseline mengetahui hubungan layanan antara Kominfo dan masyarakat,” imbuhnya.

Sedangkan, timeline penilaian pembangunan ZI-WBK sekitar Juli atau November 2022. Rahmat menegaskan, penilaian ZI-WBK bukanlah lomba, melainkan membangun sistem yang menunjang untuk anti korupsi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bojonegoro. (muh)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, Bakorwil Bojonegoro Gelar Pasar Murah
Kantor Kemenag Bojonegoro Kembali Raih Penghargaan Pengelolaan Keuangan Terbaik
Pemkab Bojonegoro Akan Bangun 170 Km Jalan Desa Melalui Dana BKK 
Serahkan SK PPPK Nakes, Bupati Anna Ajak Tingkatkan Kualitas SDM
Pemkab Bojonegoro Terima Penghargaan Realisasi PAD Tertinggi Se Indonesia
Lantik Pejabat Lingkup Pemkab, Bupati Anna Wanti-wanti Tahun Politik
Penetapan Hari RPL di Bojonegoro, Pemkab Bojonegoro Lanjutkan RPL Jenjang Magister
Pemkab Bojonegoro Sosialisasikan Rencana Tindak Darurat Bendungan Pacal

Berita Terkait

Sabtu, 4 November 2023 - 08:37

Cak Imin Klaim Dapat Dukungan Habib di Solo: Mereka Soroti Pendidikan

Kamis, 10 Februari 2022 - 08:45

Komunitas Petani Muda Bojonegoro Deklarasi Gus Muhaimin Jadi Presiden 2024

Berita Terbaru

Beberapa varietas yang disukai adalah Inpari 32. Para petani menyukai varietas ini karena dinilai memiliki beberapa keunggulan.

Pertanian

Jelang Musim Tanam, Petani Lebih Suka Benih Inpari 32

Minggu, 5 Nov 2023 - 05:06