Buka Usaha Awal Pandemi, Peminat Hingga Luar Jawa

- Reporter

Minggu, 19 Desember 2021 - 23:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO – Beriwirausaha adalah salah satu pekerjaan yang banyak dipilih orang. Wirausaha sendiri tidak terpaut pimpinan karena dikelola secara mandiri serta mengatur modal dan pemasarannya. Di era sekarang ini banyak pemuda yang berwirausaha baik secara offline maupun online. Dengan perkembangan zaman digitalisasi semakin memudahkan pemasaran yang semakin luas.

Salah satu pemuda asal Desa Pacul Kecamatan Bojonegoro memasarkan produknya melalui internet. Ia bernama Ibnu Kustiaji pemilik produk makanan ikan asap dengan label ‘ASAP.KU’. Usaha ikan asap ini berawal dari ibunya yang menjadi reseller ikan asap. Kemudian setelah konsumen meningkat, Ibnu berinisiatif untuk membuka usaha ikan asap sendiri.

Dirinya memulai usaha pada bulan Maret sebelum pandemi dan menggunakan lantai 2 rumahnya untuk dijadikan tempat pengasapan ikan. “Karena di perumahan pengasapan ikan dilakukan pada siang hari,” katanya.

Ia beralasan karena di siang hari angin kencang besar sehingga asap bisa langsung naik keatas sedangkan pada pagi hari tidak ada angin yang menyebabkan asap mengepul di sekitar rumah. “Takutnya mengganggu tetangga,” tambah Ibnu.

Awalnya ia hanya mengasap ikan cakalang. Karena semakin banyak peminat kemudian merambah ke ikan tuna. “Kebanyakan peminat tuna itu sedikit jadi hanya membuka pesanan orderan, kadang juga ada pesanan ikan pari,” kata Ibnu. Hingga kini pemasarannya sudah mencapai luar daerah seperti Semarang hingga Kepulauan Riau. Tak hanya itu, ia juga bekerja sama sebagai pemasok di daerah Jakarta.

Selain ikan asap, produk ASAP.KU ini juga menjual aneka macam sambal cakalang asap, sambal pampis, sambal geprek dan abon ikan cakalang. Harganya bervariasi, ikan cakalang asap mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 30.000 tergantung beratnya. Sementara untuk harga sambal Rp 20.000 per botolnya dan abon 150 gr Rp 35.000 per bungkusnya.

Baca Juga :  Warga Desa Kedungdowo Balen Olah Limbah Peternakan Jadi Pupuk Organik

Bagi yang berminat bisa langsung menuju tempat penjualan yang beralamat di Pacul Permai blok N no. 16 atau menghubungi lewat nomor WhatsApp 082140564006 atau Instagram @asap.ku . (din/mil)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Menparekraf Beri Dukungan Pelaku Ekonomi Kreatif di Bojonegoro
Sambut Ramadhan 1443 H, Pelaku UMKM IKM Bojonegoro Gelar Bazar Murah
IKM Bojonegoro Siap Merambah Dunia Ekspor
Meneropong Potensi Ekonomi Lokal di Sekitar Jembatan Kanor Rengel (1)
Warga Desa Kedungdowo Balen Olah Limbah Peternakan Jadi Pupuk Organik
Siap Investasi, Keind Gelar Business Trip to Bojonegoro
Kerajinan Pelepah Pisang dari Bojonegoro Raih Juara Tingkat Jatim
Inovasi IKM Bojonegoro, Sulap Krokot Jadi Kopi Milenial

Berita Terkait

Sabtu, 4 November 2023 - 08:37

Cak Imin Klaim Dapat Dukungan Habib di Solo: Mereka Soroti Pendidikan

Kamis, 10 Februari 2022 - 08:45

Komunitas Petani Muda Bojonegoro Deklarasi Gus Muhaimin Jadi Presiden 2024

Berita Terbaru

Beberapa varietas yang disukai adalah Inpari 32. Para petani menyukai varietas ini karena dinilai memiliki beberapa keunggulan.

Pertanian

Jelang Musim Tanam, Petani Lebih Suka Benih Inpari 32

Minggu, 5 Nov 2023 - 05:06