PC Fatayat NU Bojonegoro Sukses Wujudkan Rumah Layak Huni

- Reporter

Selasa, 18 Januari 2022 - 00:02

facebook twitter whatsapp copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO – Musyawarah Pertanggungjawaban dan Serah Terima Program Peningkatan Status Kesehatan Melalui Program Perbaikan Rumah Tinggal, yang diprakarsai oleh Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) bermitra dengan PC Fatayat NU Bojonegoro, berlangsung di 3 Desa, yakni Desa Punggur Purwosari, Sumengko dan Grebegan Kalitidu Selasa (18/01/2022).

Acara maraton 3 desa sehari tersebut dihadiri oleh tim Saydin Fatayat NU, perwakilan EMCL, forkopimcam, kades beserta perangkat, tim pelaksana desa, serta para penerima manfaat (10 orang masing-masing desa).

Ketua PC Fatayat NU Bojonegoro, Dr. Hj. Ifa Khoiria Ningrum mengatakan, bahwa Fatayat NU adalah organisasi yang bermassa perempuan. Namun, tidak menutup kemungkinan Fatayat NU dapat melaksanakan program perwujudan Rumah Layak Huni (RLH) bagi warga yang membutuhkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dan ini sudah terbukti, sebagai perempuan, sahabat Fatayat bisa bekerja lebih teliti, bersikap santun, namun juga tegas, karena program ini harus benar-benar akuntabel dan transparan,” katanya.

Baca Juga :  Peringati Hari Santri, Ansor dan Banser Bubulan Dzikir Bersama

Dalam sambutannya, masing-masing kepala desa sasaran program mengungkapkan apresiasi yang mendalam kepada EMCL dan Fatayat NU atas selesainya program ini. Kades Punggur juga memberikan apresiasi atas semangat pantang menyerah dari Tim pelaksana RLH.

Sementara itu, Kades Sumengko, Rudi Setiawan, berharap kedepannya dapat bersinergi kembali untuk program-program yang lain. Bahkan, tutur Sam Suhadak, Kades Grebegan, sebelum acara serah terima, rumah baru sudah ditempati oleh penerima manfaat.

Mewakili Forkopimcam Purwosari, Kasi Perencanaan, Ari Singgih, menyampaikan kepada penerima manfaat untuk mensyukuri dan merawat pemberian Rumah Layak Huni tersebut. Tak ubahnya yang disampaikan oleh Wiyanto, Sekcam Kalitidu.

“Rumah Layak Huni adalah salah satu dari sekian banyak program Pemkab Bojonegoro untuk kesejahteraan masyarakat, warga harus mendukung kebijakan pemdes sebagai kepanjangtanganan program dari pemkab,” ujar Wiyanto.

Perwakilan EMCL, Ali Mahmud menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan laporan pertanggungjawaban atas program yang telah dilakukan secara baik dan sesuai dengan perencanaan, mengedepankan akuntabilitas dan kontrol.

Baca Juga :  Perkuat Komunikasi Antar Lembaga, Bupati Anna Buka TKD Karang Taruna

“Diharapkan pasca program ini kualitas dapat dipertanggungjawabkan, agar RLH yang diberikan dapat dihuni kelak oleh anak-anak atau cucu-cucu penerima manfaat, di saat mereka tinggal dengan nyaman, akan fokus belajar dan meraih cita-cita, sehingga lahir generasi-generasi penerus yang membanggakan,” ungkapnya

Pada kegiatan ini juga disampaikan laporan pertanggungjawaban oleh Tim pelaksana Desa, serta diputarkan rekaman video berdurasi 7 menit tentang perjalanan tim Fatayat NU bersama EMCL dan Timlak dalam mewujudkan RLH bagi warga. Selain itu, juga ada foto-foto rumah before dan after, serta testimoni dan ucapan terima kasih oleh penerima manfaat yang penuh haru dan mengundang gelak tawa seluruh hadirin.

Selain membantu mewujudkan impian warga memiliki rumah layak huni, tim Fatayat NU selama program berjalan juga ikut merasakan apa yang dirasakan oleh penerima manfaat. Di sela-sela monev mengalir cerita dari warga penerima manfaat, salah satunya dari keluarga penerima manfaat atas nama Fitri yang berada di Desa Puggur, Kecamatan Purwosari.

Baca Juga :  Bupati Anna Berharap Muhammadiyah dan Pemerintah Daerah Bisa Sinergi

Rumah sebelumnya sudah sangat tidak layak huni, bahkan sangat memprihatinkan, karena sudah doyong hampir roboh. Untuk merehab rumah, Pemdes Punggur memfasilitasi merobohkan bangunan rapuh itu. Tak jauh beda yang dialami oleh penghuni rumah itu, sangat menyedihkan. Kedua orang tua Fitri telah meninggal dunia.

Selepas itu, Fitri merantau ke Papua bersama suaminya, sedangkan saudara laki-lakinya pergi ke Jakarta. Tinggallah hanya adik bungsu perempuan seorang diri, Nur Priyandari, yang saat itu duduk di bangku kelas 5 SD. Karena takut tinggal sendirian di rumah yang hampir roboh itu, Nur memilih tinggal menumpang di rumah familinya bergantian.

Hingga saat ini dia duduk di bangku kelas VIII SMP, dia dirawat oleh paman dan bibinya. Diharapkan dengan adanya rumah yang layak huni baginya, dapat meningkatkan semangat belajarnya meraih cita-cita. (din)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Anna Berharap Muhammadiyah dan Pemerintah Daerah Bisa Sinergi
Perkuat Komunikasi Antar Lembaga, Bupati Anna Buka TKD Karang Taruna
Transformasi Digital, Lakpesdam NU Bojonegoro Luncurkan Website Banom dan Lembaga
Bupati Anna Resmikan Gedung Graha Pergerakan IKA PMII Bojonegoro
Hadiri Pelantikan DPC GMNI, Bupati Bojonegoro Ajak Kolaborasi Pembangunan
Kongres BEM PTNU Nusantara, Bupati Bojonegoro Ajak Mahasiswa Kembangkan Inovasi
Perkuat Intelektual Sarjana, PAC ISNU Kanor Gelar Pelatihan Penguatan SDM
Pengurus Cabang IKA PMII Bojonegoro Resmi Dilantik

Berita Terkait

Kamis, 21 Desember 2023 - 04:12

Pesemaian Padi Mengering, Petani Kepohbaru Terancam Gagal Tanam

Minggu, 5 November 2023 - 14:46

Padi Inpari Digdaya, Beras Pulen Kelas Premium Sedigdaya Namanya

Minggu, 5 November 2023 - 05:51

Mengenal Varietas Padi Logawa, Lebih Kuat Batangnya Lebih Joss Hasilnya.

Jumat, 24 Februari 2023 - 01:37

Siapkan Sarpras Pertanian, Jaga Ketahanan Pangan di Bojonegoro

Jumat, 3 Februari 2023 - 02:03

Harga Gabah Di Bojonegoro Naik, Ini Kata Petani

Selasa, 13 Desember 2022 - 01:00

Tingkatkan Hasil Pertanian, Pemkab Bojonegoro Realisasikan 30.806 Meter JUT

Sabtu, 1 Oktober 2022 - 10:31

Panen Jagung Pulut, Bupati Harap Gerakan Potensi Lahan Tanaman Pangan

Selasa, 6 September 2022 - 03:06

Fun Farmer’s Day 2022, Kuatkan Produk Lokal Pertanian Bojonegoro

Berita Terbaru