Pesemaian Padi Mengering, Petani Kepohbaru Terancam Gagal Tanam

- Reporter

Kamis, 21 Desember 2023 - 04:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesemaian padi berumur satu bulan ini terlihat menguning bahkan pucuk daunnya sudah kecoklatan dan mengering. (FOTO : HANIF AZHAR)

Pesemaian padi berumur satu bulan ini terlihat menguning bahkan pucuk daunnya sudah kecoklatan dan mengering. (FOTO : HANIF AZHAR)

Bojonegoro_Ratusan petak pesemaian padi di wilayah Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur mengering. Pesemaian padi yang sudah berumur hampir satu bulan ini terlihat menguning. Bahkan pucuk daunnya sudah kecoklatan dan mengering.

Matrois, petani asal desa Mudung Kecamatan Kepohbaru mengatakan jika sampai akhir Desember tidak ada hujan, maka dipastikan petani terancam gagal tanam.

“Meski ada sebagian pesemaian mendapatkan air, tapi kami tidak bisa melanjutkan penanaman karena sawah masih kering,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan untuk pesemaian yang sudah kering dan berumur lebih dari satu bulan, benih sudah tidak bisa ditanam. Karena, selain kondisi bibit yang  tidak sehat umur padi juga sudah tua. Sehingga rawan penyakit jika dipaksakan tanam.

Baca Juga :  Jelang Musim Tanam, Petani Lebih Suka Benih Inpari 32

“Solusinya ya pembenihan ulang dan tentu saja petani harus menambah biaya lagi” jelasnya.

Terpisah, Amrozi SH, salah seorang Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Daerah Pemilihan Bojonegoro III mengatakan, dirinya sudah melihat sendiri kondisi tersebut. Sawah masih banyak yang kering dan bahkan masih banyak yang belum siap ditanami.

“Karena tanah masih kering  dan keras, traktor belum bisa mengerjakan pengolahan tanah,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai putra daerah asli sekaligus pernah menjabat sebagai sekretaris Lembaga Pengembangan Pertanian (LP2NU) ia memahami betul posisi petani saat ini. Sedikit banyak petani telah mengeluarkan modal untuk penanaman musim ini.

“Jadi, saya meminta pemerintah untuk hadir dalam kondisi seperti ini,” pintanya.

Baca Juga :  Berharap Kaum Milenial Bisa Jadi Petani Profesional

Sebagai caleg yang kebetulan konsen pada masalah pertanian, ia meminta agar pemerintah memberikan bantuan bibit untuk musim tanam ini.

Selain itu, untuk mengatasi masalah pertanian dalam jangka panjang,  Pemkab Bojonegoro segera merealisasikan pembangunan waduk Pejok. Karena sudah puluhan tahun petani menanti adanya infrastruktur utama pertanian ini.

“Kami akan mengawal pembangunan waduk Pejok hingga tuntas,” tekad mantan aktifis PMII ini. (azh/red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Padi Inpari Digdaya, Beras Pulen Kelas Premium Sedigdaya Namanya
Mengenal Varietas Padi Logawa, Lebih Kuat Batangnya Lebih Joss Hasilnya.
Jelang Musim Tanam, Petani Lebih Suka Benih Inpari 32
Siapkan Sarpras Pertanian, Jaga Ketahanan Pangan di Bojonegoro
Harga Gabah Di Bojonegoro Naik, Ini Kata Petani
Tingkatkan Hasil Pertanian, Pemkab Bojonegoro Realisasikan 30.806 Meter JUT
Panen Jagung Pulut, Bupati Harap Gerakan Potensi Lahan Tanaman Pangan
Fun Farmer’s Day 2022, Kuatkan Produk Lokal Pertanian Bojonegoro

Berita Terkait

Sabtu, 4 November 2023 - 08:37

Cak Imin Klaim Dapat Dukungan Habib di Solo: Mereka Soroti Pendidikan

Kamis, 10 Februari 2022 - 08:45

Komunitas Petani Muda Bojonegoro Deklarasi Gus Muhaimin Jadi Presiden 2024

Berita Terbaru

Beberapa varietas yang disukai adalah Inpari 32. Para petani menyukai varietas ini karena dinilai memiliki beberapa keunggulan.

Pertanian

Jelang Musim Tanam, Petani Lebih Suka Benih Inpari 32

Minggu, 5 Nov 2023 - 05:06