oleh

Tak Diproses Hukum, Kades Prigi Hanya Diminta Memperbaiki

bojonegorotoday.com – Pengerusakan tanggul sungai Bengawan Solo di Desa Kanor, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada Mei lalu, dianggap selesai dengan hanya surat pernyataan memperbaiki tanggul yang di rusak.

Padahal, pengerusakan itu jelas tidak dibenarkan secara peraturan perundang-undangan. Dampak yang ditumbulkan akibat pengerusakan tanggul tersebut sangat membahayakan, sebab disekitar tanggul ada perumahan warga.

Koordinator Sarpras (Korsa) Tanggul, OP SDA IV BBWS BS, Imam Tohari sangat menyayangkan pengerusakan tanggul tersebut. Sebab, dampak yang ditimbulkan sangat membahayakan warga di sekitar tanggul yang dirusak tersebut.

Selain itu, lanjut dia, disamping tanggul yang dirusak itu ada tanggul bengawan yang kondisinya cukup kritis dan berjarak hanya sekitar 150 meter. Imam Tohari, tidak mengetahui secara persis apa motif dari pengerusakan atau pemotongan tanggul itu.

“Kami sangat menyayangkan tindakan pemotongan atau pengerusakan tanggul itu,” katanya kepada bojonegorotoday.com, Rabu (03/06/2020).

Imam Tohari menjelaskan, bahwa pengerusakan tanggul tersebut dilakukan Darmono selaku Kepala Desa Prigi, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Padahal, kata dia, Kepala Desa tersebut tidak mendapat izin terkait kegiatan itu.

“Tidak ada izin dan tiba-tiba malakukan pemotongan tanggul,” jelasnya.

Mantan Aktifis ini menambahkan, saat itu ia sempat menghentikan pemotongan tanggul yang hendak dipasang pipa saluran air dari bengawan tersebut. Saat ia menanyakan izin, ternyata Kepala Desa Prigi tidak mengantongi izin, sehingga dihentikan.

Tidak lama kemudian, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah melakukan sidak ke lokasi tanggul yang dirusak. Kepala Desa Prigi diminta membuat surat pernyataan untuk mengembalikan/memperbaiki kerusakan tanggul seperti semula.

Kades Prigi diminta memperbaiki tanggul dengan batas waktu kurang lebih dua minggu. Hingga saat ini, proses perbaikan tanggul masih dilakukan Kades Prigi. Pihak Korsa OP SDA IV meminta tanggul bengawan yang dirusak itu diperbaiki seperti semula.

“Kepala Desa Prigi harus bertanggung jawab terkait hal ini,” tandas.

Sementara itu, Sekretaris Camat Kanor, Riyono membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, saat itu Bupati Bojonegoro sudah turun lapangan dan ada mediasi antara Pemerintah Desa, Camat dan Pemerintah Daerah.

“Waktu itu sudah ada mediasi,” tutupnya. (mil/yud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *