oleh

Siklus Penyebab Stunting, Masa Remaja Pengaruh Tertinggi

BOJONEGORO – Ketua PC Fatayat NU Bojonegoro, Dr Hj Ifa Khoiria Ningrum menyampaikan, bahwa seminar yang diselenggarakan pada 31 Mei 2021 lalu, merupakan tahapan akhir dari kegiatan penelitian.

“Diharapkan hasil penelitian dapat disampaikan pada stakeholders dan memberikan manfaat untuk Kabupaten Bojonegoro,” katanya.

Perwakilan EMCL, Ekhwan mengungkapkan, kegiatan penelitian merupakan salah satu bentuk kepedulian EMCL terhadap kondisi masyarakat Bojonegoro dan sebagai bentuk dukungan EMCL terhadap program Pemkab Bojonegoro.

Hasil penelitian disampaikan Manajer Program, Nova Nevila Rodhi menyebutkan, terdapat mata rantai siklus penyebab stunting di Kabupaten Bojonegoro, siklus tersebut dimulai dari masa remaja, masa dalam kandungan dan masa balita.

“Dengan nilai pengaruh tertinggi adalah pada masa remaja,” ungkap Nova.

Selain itu posyandu yang diharapkan dapat menjadi salah satu sarpras untuk pencegahan stunting, kata Nova, nyatanya kurang berjalan dengan maksimal.

“Rekomendasi dari penelitian ini adalah
adanya intervensi pada 3 masa siklus dengan cara di mulai dengan optimalisasi posyandu remaja,” jelasnya.

Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro siap mendukung hasil program penelitian untuk diusung dalam perda inisiasi.

Seminar di akhiri dengan pembacaan komitmen bersama semua elemen yang hadir. Bahwa sepakat bersama-sama dalam mendukung program penanggulangan stunting di Bojonegoro. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *