oleh

Awalnya Coba-Coba Membuat Wingko, Kini Usahanya Semakin Berkembang

bojonegorotoday.com – Tidak terpungkiri bahwa seorang ibu rumah tangga harus bergelut di rumah saja tanpa melakukan aktifitas lainnya. Di masa sekarang sudah tidak asing bagi ibu-ibu rumah tangga untuk menghasilkan uang.

Misalnya, Suci Wulandari asal Desa Tulungagung, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, disela kesibukannya mengurus rumah tangga, ibu ini mencoba membuat jajanan wingko dan menjualnya. Alhasil jajanannya laris manis.

Wingko adalah makanan yang berbahan dasar tepung ketan dan kelapa, berbentuk bulat dan pipih. Wingko dikenal dengan oleh-oleh khas Babat Kabupaten Lamongan. Namun, sekarang wingko banyak di produksi di daerah manapun.

Awalnya ia tidak berniat untuk jualan wingko. Pada saat itu ketika suami saya sedang libur lebaran tahun 2018, suaminya berniatan untuk mengunjungi rumah sahabatnya di madiun. Saat itu bingung mau dibawakan apa untuk oleh-oleh. Akhirnya terfikirkan wingko karena memang makanan khas sini.

Suci berniat membuat sendiri dari pada beli. Sebab dengan uang yang sama akan mendapatkan wingko lebih banyak. Ia mendapat pujian dari teman suaminya karena wingko buatannya berbeda dengan yang lain. Ini yang membuatnya menekuni usaha ini.

“Sejak saat itu saya mulai menekuni bisnis ini dengan mumulai posting foto wingko buatan saya. Ternyata respon dikalangan pasar sangatlah bagus,” ucapnya.

Bukan hanya wingko saja yang di produksi. Melainkan ada kue kering seperti nstar, putri salju, kastengel dan kue sepmrit jadul. Semua itu adalah hasil coba-coba sehingga menghasilkan suatu resep.

Suci berusaha melegalkan produknya. Pada tahun 2020 dia mendaftarkan dan memenuhi berkas persyaratan setifikat izin pangan Industri Rumah Tangga (IRT) dan Dinas Kesehatan (Diskes).

“Untuk saat ini saya masih menunggu kabar dari pihak Dinkes untuk proses selanjutannya,” ujarnya.

Suci tidak setiap hari membiat wingko. Dia hanya membuat sesuai pesanan saja. Harga perkotak kisaran Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu. Setiap kotak berisi 20 biji. Dia menyesuaikan harga dengan bahan baku kelapa.

Wingko merupakan jajan basah yang tidak menggunakan bahan pengawet makanan. Karena itu, wingko buatannya hanya bisa bertahan lima hari saja.

Suci memasarkan produknya secara online dan disebar ke berbagai toko. Bahkan juga keluar kota seperti Kalimantan, Kepulauan Riau dan Sulawesi. Ia pernah mengirim ke Jakarta, tapi ketika barangnya sapai tujuan, barangnya rusak karena kelamaan di perjalanan.

“Pengiriman yang berada di luar kota saya kemas dengan vakum sealer. Tetap saja ada resiko rusak di jalan, karena estimasi waktu ekspedisi tidak bisa di prediksi,” tutupnya. (may/yud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *