Kader Posyandu Remaja Bojonegoro dalam Penanggulangan Stunting

Avatar
FOTO: Exxon Mobile Cepu Limitide (EMCL) bersama Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Bojonegoro saat Pelatihan Kader Posyandu Remaja di Fave Hotel pada Kamis (04/11/2021).

BOJONEGORO – Antusias para kader posyandu remaja sangat terasa ketika mereka mengikuti pelatihan kader posrem yang di gagas Exxon Mobile Cepu Limitide (EMCL) bersama Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Bojonegoro di Fave Hotel pada Kamis (04/11/2021).

Rasa penasaran mereka tentang berbagai hal kaitannya dengan stunting membuat mereka begitu aktif dalam berdialog bersama Plt. Kepala Dinas P3AKB Kab Bojonegoro, Ninik Susmiati, SKM, M.Kes dan Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Bojonegoro Kun Sucahyono, SKM, M.Kes. selaku pemateri.


Wanita yang juga menjabat Asisten 3 Sekretaris Daerah Pemkab Bojonegoro ini menyampaikan, bahwa Posyandu Remaja (Posrem) adalah termasuk salah satu diantara kegiatan UKBM (Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat) yang bisa didanani dengan anggaran dari desa.

Hal ini selaras dengan program-program yang ada di Dinas P3AKB yang menyasar remaja diantaranya program PIK-R (Pusat Informasi dan Komunikasi Remaja), Program GENRE (Generasi Remaja), program Sebaya, Forum Anak, dan BKR (Bina Keluarga Remaja).

“Mengapa remaja, karena di masa ini terutama dibawah 17 tahun itu merupakan masa pertumbuhan yang maksimal,” katanya.

“Sehingga jika di masa remaja dipenuhi dengan gizi dan kesehatan yang cukup, maka generasi yang akan dilahirkan nanti sudah pasti bisa terbebas dari stunting,” tambah perempuan berkaca mata ini.

Sementara itu, Sucahyono menuturkan, bahwa dalam pengelolaan posyandu Remaja dibutuhkan 3C 1L, yakni Care (perhatian), Consisten (terus menerus), Comitmen (kesungguhan), dan Leadership (kepemimpinan/pengelolaan yang bagus).

Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan Ketua PC Fatayat NU Bojonegoro, Ifa Khoiria Ningrum bahwa, istiqomah dalam setiap program itu sangat dibutuhkan agar program bisa berkesinambungan. Panjang lebar tehnis pelaksanaan posyandu remaja dan kelengkapan administrasi yang dibutuhkan.

Dalam diskusi kelompok merupakan forum melibatkan secara langsung para pegiat posyandu remaja. Baik dari Kauman Kecamatan Kota maupun dari Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, terjalinlah keakraban dalam pertemuan singkat.

Membuat mereka bisa bekerja sama dengan baik dalam menyampaikan gagasan untuk tehnis pelaksanaan program posyandu remaja yang akan mereka lakukan di desa masing-masing. Para remaja tidak saatnya untuk didikte tentang apa yang akan mereka lakukan.

“Melainkan berikan stimulus untuk mereka, niscaya mereka akan mampu berkembang dengan sendirinya, sehingga kita akan terkejut melihat mereka mampu melakukan banyak hal lebih dari yang kita bayangkan,” ungkap AlMaliki Ukay S.Subqy selaku perwakilan dari EMCL.

Diskusi diakhiri dengan review Programmer Promosi Kesehatan Puskesmas Kalitidu, Rismawati, SKM. Hal-hal yang kurang juga disampaikan sehingga usai kegiatan benar-benar bisa dipastikan para kader posyandu remaja betul-betul siap beraksi dengan wajah dan formula baru untuk membuat Kondisi Posrem semakin berkembang dengan baik. (din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *