oleh

Satreskrim Polres Bojonegoro Selidiki Laka Akibat Proyek TPT di Desa Prigi

BOJONEGORO – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bojonegoro melakukan penyelidikan terkait kecelakan akibat gundukan koral Proyek TPT di Desa Prigi, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.

Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Fran Dalanta Kembaren mengatakan, pihaknya masih melakukan klarifikasi terkait kecelakaan tunggal yang menewaskan MAI, 36 tahun, warga Desa Prigi, Kecamatan Kanor.

“Iya mas, ini kami juga ngecek di lokasi dan lantas juga ngecek,” katanya kepada bojonegorotoday.com, Jumat (06/08/2021).

Sementara itu, Kanit Laka Lantas Polres Bojonegoro, Ipda Ahmad Adhi Kiswanto menjelaskan, kronologi kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 Wib. Saat itu korban dari arah selatan ke utara.

“Sesampainya di TKP menabrak tumpukan koral yang berada di sisi sebelah barat, karena pengendara sepeda motor tidak dapat menguasai stir sehingga terjatuh,” katanya.

Korban mengendarai sepeda motor happy bernomor polisi S 3799 DV. Akibat kecelakaan tersebut korban mengalami luka-luka. Dan, akhirnya korban meninggal dunia dalam perjalanan perawatan medis.

Sebelumnya, proyek tembok penahan tanah (TPT) tanpa papan informasi yang berada di Desa Prigi, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menelan korban jiwa pada Rabu (04/08/2021) lalu.

MAI, 36 tahun, warga desa setempat, meninggal dunia akibat menabrak gundukan material koral sekitar lokasi proyek. Korban sempat dilarikan ke puskesmas setempat. Namun sayang, nyawa korban tidak tertolong.

Hal tersebut seperti disampaikan, Agus, warga Desa Prigi, Kecamatan Kanor. Peristiwa berdarah itu terjadi pada malam hari. Korban menabrak gundukan material koral di lokasi proyek yang tak disertai rambu jalan.

“Di lokasi proyek tidak ada rambu-rambu jalan dan posisi material melebar ke tengah jalan. Ini memang sangat membahayakan,” kata Agus.

Teguh, warga desa setempat menuturkan, bahwa sebelum meninggal dunia, korban sempat menyampaikan bahwa ia jatuh dari sepeda setelah menabrak gundukan koral di sekitar makam desa setempat.

“Korban mengatakan jatuh menabrak tumpukan koral yang ada di selatan makam,” ujar pria yang sempat menolong korban itu.

Belum diketahui secara persis siapa kontraktor pelaksana proyek TPT tersebut. Sebab di lokasi proyek tidak ada papan informasi. Sehingga, belum diketahui siapa pelaksana proyek yang berada di sekitar tapal batas desa itu. (muh/mil)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *