oleh

Pameran Foto Jurnalistik 2021, Frame Sejarah dan Pemajuan Daerah

BOJONEGORO – Kekayaan nilai dari perjalanan Kabupaten Bojonegoro sedikitnya tergambar dalam sebuah pameran karya foto jurnalistik yang digelar oleh Jurnalis Foto Nusantara (JFN) di New Garasi Cafe. Rencananya digelar hingga 11 April 2021.

Dari sebanyak 40 foto yang dipamerkan, diantaranya berisi tentang nilai sosial budaya masyarakat, seni yang berkembang di Bojonegoro, kekayaan alam, pendidikan, serta nilai-nilai kemanusiaan yang ada di kota minyak tersebut.

Koordinator Jurnalis Foto Nusantara (JFN) Kabupaten Bojonegoro, Nurcholish mengatakan, foto-foto yang dipamerkan tidak lepas dari terbentuknya Bojonegoro saat ini. Bisa menjadi titik balik dalam membuat kebijakan pemerintah daerah.

“Potret bencana banjir serta kekeringan, olahraga, kesenian, pendidikan dan sebagainya, itu semua adalah kasuistik yang terjadi,” katanya, Kamis (08/04/2021).

“Adanya perkembangan pembangunan saat ini, diharapkan bisa menjadi titik balik agar kebijakan yang ada juga mampu menyelesaikan permasalahan tersebut,” ujarnya.

Melalui foto-foto yang dipamerkan ini, JFN berharap ada monumen sejarah untuk diingat. Selain itu, pameran yang digelar di New Garasi cafe ini merupakan bentuk ruang alternatif untuk terus berkarya.

“Meskipun belum adanya gedung khusus bagi warga yang akan menyalurkan ekspresi seninya,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto saat berkunjung ke lokasi pameran yang bertajuk ‘Jejak Bojonegoro’ memberikan apresiasi tinggi. Sebab foto-foto yang diambil merupakan momen-momen penting yang terjadi di Bojonegoro.

“Baik secara pribadi maupun institusi pemerintah mengapresiasi adanya kreativitas wartawan berupa pameran foto ini,” kata Wabup.

Selain Wakil Bupati Bojonegoro, hadir juga beberapa anggota DPRD, Kapolres dan para pegiat seni Bojonegoro. Bahkan, pimpinan dari Bank Indonesia (BI) Surabaya bersama jajarannya juga Selasa malam turut hadir di tengah pameran ini.

Sementara diketahui, dalam pameran foto jurnalistik tersebut ada 40 karya yang dipamerkan. Karya-karya tersebut merupakan hasil jepretan dari Nurcholish, Eky Nur Hadi, Tulusno Budi Santoso, Angga Aria dan Agus Sudarmojo. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *