oleh

PPKM Darurat, Cabdindik Bojonegoro Terapkan Work From Home

BOJONEGORO – Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Bojonegoro-Tuban menginstruksikan kepada kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan SMA/SMK/PK-PLK menerapkan WFH (Work From Home).

Hal itu dilakukan mengingat penerpan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat wilayah Jawa-Bali, terhitung sejak tanggal 3 hingga 20 Juli mendatang.

Selain menerapkan WFH, Cabdindik Bojonegoro juga meminta agar diterapkan sistem kerja bergantian dengan ketentuan 25% bekerja di sekolah atau Work From Office (WFO), sedangkan 75% dari rumah atau WFH setiap harinya.

Baca Juga :  Inovatif, Manfaatkan Atap Gedung Sekolah Sebagai Aneka Kebun Sayuran

“Di masa PPKM Darurat, kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan agar menerapkan 25% WFO dan 75% WFH,” kata Kepala Cabdindik Wilayah Bojonegoro-Tuban, Adie Prayitno.

Dijelaskan, bagi pegawai atau guru yang dijadwalkan bekerja dari rumah, apabila diperlukan hadir di sekolah maka yang bersangkutan wajib hadir di kantor dan tidak diperkenankan meninggalkan kediaman.

Baca Juga :  Berikut Ketentuan Mendikbud menyoal Pembelajaran Daring

“Selama jam kerja para pegawai diperkenankan menggunakan pakaian bebas, rapi dan sopan, baik yang sedang WFO maupun WFH,” jelasnya.

“Dan tetap mendisiplinkan perilaku hidup bersih yakni selalu menerapkan Protokol Kesehatan di lingkungannya,” tambahnya.

Adie Prayitno menambahkan, selain itu, para guru dan tenaga kependidikan harus melakukan pengecekan kondisi kesehatan secara rutin dan melaporkan kepada pimpinan di unit kerja masing-masing.

Baca Juga :  Bupati Bojonegoro, Pimpin Upacara dan Buka MPLS SMA Katholik Ign Slamet Riyadi.

“Setiap pimpinan unit kerja wajib melakukan pengawasan secara berjenjang terhadap kinerja dan menyampaikan laporan secara berkala kepada Cabdindik,” pungkasnya. (muh/mil)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *