oleh

Dalami Polemik PTSL, Kejari Bojonegoro Panggil Kades dan Panitia PTSL

bojonegorotoday.comKepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bojonegoro, Sutikno SH MH, membenarkan adanya pemanggilan Kades Kedungrejo, Kecamatan Kedungadem yang mau purna, kemarin.

Kades Kedungrejo dipanggil untuk dimintai keterangan atau informasi secara jelas terkait permasalahan biaya Pendafaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di desa setempat.

Tak hanya itu, Kejaksaan Negeri Bojonegoro juga memanggil panitia PTSL dan juga beberapa warga setempat yang menjadi peserta PTSL, untuk dimintai penjelasan.

“Ini salah satu tindak lanjut kami menggali informasi untuk melihat permasalahan secara objektif,” kata Kajari kepada wartawan bojonegorotoday.com, Selasa (10/03/2020).

Dengan menggali informasi ini, lanjut dia, akan diketahui kegunaan uang dari peserta PTSL. “Uangya kemana, mengalir kemana, akan diketahui semua,” ucap pria bertubuh dempal ini.

Pihaknya belum dapat mengungkapkan hasil pendalaman terkait polemik biaya PTSL tersebut. Pasalnya, masih dalam proses pendalaman. “Ini masih berlanjut,” kata Kajari.

Sebelumnya, puluhan warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Kedungadem mengadu ke Kejaksaan Negeri Bojonegoro terkait biaya Pendafaran Tanah Sistematis Lengkap, waktu lalu.

Biaya PTSL di desa setempat sebesar Rp 700 ribu perbidang. Bahkan, ada yang Rp 800 ribu. Biaya tersebut dinilai terrlalu tinggi oleh sebagian peserta PTSL. (yud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *