oleh

Bendungan Gerak Karangnongko Bojonegoro Bakal Jadi Proyek Strategis Nasional

BOJONEGORO – Kinerja Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus dipacu. Program percepatan perekonomian dan pemerataan pembangunan infrastruktur terus dilakukan. Pandemi Covid-19 tak menjadi kendala dalam mengambil kebijakan strategis.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro merencanakan pembangunan Bendungan Gerak Karangnongko di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro. Diharapkan mampu meningkatkan sektor pertanian Bojonegoro dan sekitarnya.

Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro, Tedjo Sukmono menjelaskan, desain Bendungan Gerak Karangnongko sudah selesai. Bendungan tersebut nantinya dapat menampung air sebanyak 63 juta meter kubik. Mengairi Kabupaten Bojonegoro, Blora dan Tuban.

“Untuk pembiayaan pembebasan lahan akan dibiayai oleh lembaga aset negara. Pembebasan lahan seluas 592 hektar dari lima desa di Kabupaten Blora dan dua desa di Margomulyo Bojonegoro,” jelasnya.
 
Tedjo Sukmono menambahkan, Bendungan Gerak Karangnongko dapat menyediakan air baku, dimanfaatkan untuk Bojonegoro sebanyak 5.000 hektar dan untuk Blora sekitar 1000 hektar. Selain itu, juga dapat digunakan sebagai sumber air bersih.

“Serta pembangkit tenaga listrik dan juga kebutuhan untuk produksi Migas,” ujarnya.

 Selama ini, kata Tedjo Sukmono, kebutuhan Migas masih kurang. Dari kapasitas 13 juta meter kubik, nanti 63 juta meter kubik diharapkan dapat memenuhi kebutuhan. Pihaknya berharap proses pembangunan bendungan gerak ini berjalan sesuai rencana.

“Nantinya air sungai Bengawan Solo akan dibelokkan dulu dan di titik nol ini akan dibangun bendungan gerak. Diperkirakan bulan Mei akan dilakukan pelelangan fisik,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Anna Muawannah menyampaikan, Bendungan Karangnongko bertujuan untuk membangun. Anggaran yang dipersiapkan sebesar Rp 2.557 triliun. Bupati optimis Bendungan Karangnongko bisa menjadi PSN (Proyek Strategis Nasional.

“Program Negara harus jalan, program petani harus jalan, ketahanan pangan harus berjalan sehingga Bendungan Karangnongko menjadi salah satu solusi,” kata Bupati.

Kepala Desa Ngelo, Tri Maryono, mendukung rencana pembangunan bendungan gerak tersebut. Sebab akan berdampak positif pada kehidupan masyarakat. Rencana pembangunan ini juga bisa bermanfaat untuk warga sekitar terkait lapangan pekerjaan.

Diketahui, Tim Kementerian Perekonomian Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas (PPIP) dan Dinas PU SDA Bojonegoro melakukan kunjungan di lokasi rencana pembangunna Bendungan Gerak Karangnongko pada Jumat (09/04/2021).

Kunjungan dari Tim Kementerian Perekonomian Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas (PPIP) bertujuan untuk memastikan proyek bendungan gerak akan dimasukkan dalam Proyek Strategis Nasional. (mil/yud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *