PC Fatayat NU Bojonegoro Kembali Terpilih Jadi Mitra Kerja EMCL

Avatar
FOTO: PC Fatayat NU Bojonegoro terpilih kembali menjadi salah satu mitra EMCL dalam pelaksanaan Program Peberdayaan Masyarakat (PPM).

BOJONEGORO – PC Fatayat NU Bojonegoro terpilih kembali menjadi salah satu mitra EMCL dalam pelaksanaan Program Peberdayaan Masyarakat (PPM). Pembangunan infrastruktur menjadi fokus program tahun ini.

Program diawali dengan sosialisasi yang dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 7-8 Juni 2022.


Desa yang terpilih meliputi dua desa di kecamatan Dander, yakni Desa Ngablak dan Desa Ngumpakdalem, juga empat desa di Kecamatan Ngasem, yaitu Desa Jampet, Desa Jelu, Desa Wadang dan Desa Tengger Kecamatan Ngasem

Hadir dalam sosialisasi forkopimcam, pemdes, BPD, tokoh masyarakat dan perwakilan masyarakat setempat yang juga turut memberikan masukan rencana program.

Sekcam Ngasem, Drs. H. Sa’ad Mujaddid, M.A.P mengatakan, pemerintah kecamatan Ngasem mengaperesiasi dan mendukung penuh program yang akan berjalan, kuncinya adalah selalu koordinasi.

Sementara itu, Humas EMCL, Slamet Riyadi menuturkan, bahwa Program Patra Daya pembangunan infrastruktur oleh EMCL yang bermintra dengan PC Fatayat NU Bojonegoro merupakan program pemberdayaan untuk masyarakat yang berada di 6 Desa lintasan Right of Way (ROW) jaringan pipa.

Melalui program ini, masyarakat di Desa tersebut dapat menjalankan aktifitas sehari dengan lebih mudah, nyaman dan aman yang harapannya dapat mempengaruhi peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

Masyarakat berhak untuk mengusulkan jenis insfrastruktur sesuai dengan kebutuhan, dengan syarat usulan tersebut telah tercantum dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes).

“Sehingga program dapat berjalan seirama dengan program pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya.

Manajer Program, Nova Nevila Rodhi mengatakan, dengan terpilihnya kembali PC Fatayat NU Bojonegoro sebagai mitra merupakan salah satu bukti bahwa EMCL konsisten melaksanakan program sesuai Sustainable Development Goals (SDGs), salah satunya pada pilar kesetaraan jender.

Karena penilaian EMCL dalam seleksi mitra tidak terfokus pada jenis kelamin, melainkan lebih pada standart kemampuan dan kelayakan calon mitra.

“Ini adalah kedua kalinya PC Fatayat NU, yang berkeanggotaan perempuan, bermitra di bidang konstruksi yang notebene identik dengan sentuhan laki-laki,” ujarnya.

“Kedepannya, dalam pelaksanaan perogram kami akan selalu berkoordinasi dan bersinergi dengan pihak-pihak terkait sehingga program dapat tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan sebagaimana mestinya,” kata Nova.

Wakil Ketua PC Fatayat NU Bojonegoro, Khoirun Khisan mengatakan, PC Fatayat Bojonegoro sebagai mitra akan melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya. (bid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *