oleh

PC Fatayat NU Bojonegoro bersama EMCL Gelar Pelatihan Program RLH

BOJONEGORO – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Bojonegoro bersama Operator Lapangan Banyu Urip ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) pada Senin (11/10/2021) menggelar Pelatihan Program Rumah Layak Huni (RLH) bagi Tim Pelaksana (Tim Lak) di 3 Desa yakni desa Grebegan, Desa Sumengko Kecamatan Kalitidu dan Desa Punggur Kecamatan Purwosari.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula MTs/MA Al Islahiyah Kalitidu ini dihadiri oleh Ketua PC Fatayat NU Bojonegoro, Perwakilan EMCL, tim lak dari 3 desa dan lembaga mitra pendamping.

Ketua PC Fatayat NU bojonegoro, Dr. Hj. Ifa Khoiria Ningrum dalam sambutannya menyampaikan untuk bersama bergandeng tangan merealisasikan program ini sebaik mungkin, sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat dari program ini.

“Saya Sebagai Penanggung Jawab program ini meminta timlak dan pihak yang terlibat untuk melaksanakan program ini sesuai dengan yang sudah direncanakan dan bisa dipertanggung jawabkan sebaik mungkin,” tutur Dr. Hj. Ifa Khoiria Ningrum.

“Kami juga berharap program ini bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan target waktu yang telah direncanakan,” tambahnya.

Sementara itu, Pihak EMCL, M Rondi menyampaikan, bahwa untuk membangun komunikasi yang baik antara pihak penerima manfaat, timlak dan juga pekerja untuk menyukseskan program ini sesuai dengan rencana.

“Timlak harus tau cara merencanakan, melaksanakan, dan mempertanggung jawabkan program sebaik mungkin. Dengan begitu semua pihak bisa merasa puas dengan program RLH ini,” tutur M. Rondi

Materi inti dari pelatihan ini adalah terkait konsep DED RLH yang disampaikan oleh pendamping teknis PC Fatayat NU Bojonegoro, Alfia Nur Rahmawati, dan teknis pelaporan program yg disampaikan oleh Kamila Sulusi dan Aminatul Khoiriyah.

Terakhir, sebagai manager program Dr. Nova Nevila Rodhi juga menyampaikan terkait dengan analisis resiko yang kemungkinan akan dihadapi selama program berjalan.

“Untuk meminimalisir terjadinya hambatan selama program berjalan, maka timlak harus sudah bisa memetakan resiko serta solusi yang kemungkinan bisa terjadi selama program berjalan, dengan demikian, apa yang sudah ditargetkan dapat tercapai,” tutur Dr. Nova Nevila Rodhi.

Selain Pelatihan, kegiatan ini juga di isi dengan FGD tekait skema pelaksanaan program yang dipimpin langsung oleh Manager Program. (muh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *