oleh

Pandemi Corona, Debitur Mega Finance Dapat Mengajukan Keringanan Cicilan

bojonegorotoday.comDebitur Mega Finance Bojonegoro dapat mengajukan relaksasi kredit di masa Pandemi Corona ini. Pengajuan relaksasi kredit tersebut dapat diajukan secara online melalui website resmi Mega Finance.

Pemberian keringanan cicilan atau kredit itu tidak berlaku secara otomatis. Sehingga nasabah atau debitur perlu mengajukan keringanan secara mandiri. Meski demikian, ada ketentuan yang harus dilalui.

Kepala Cabang (Kacab) Mega Finance Bojonegoro, Fatkurrohman, membenarkan adanya keringanan cicilan (relaksasi) bagi debitur. Namun, pengajuannya melalui online di website resmi Mega Finance.

“Disetujui atau tidak, itu kewenangan managemen Mega Finance pusat Jakarta,” katanya kepada bojonegorotoday.com saat ditemui di Kantor Cabang Mega Finance Bojonegoro, Senin (13/04/2020) siang.

Fatkurrohman mengaku pihaknya telah menjalankan intruksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia terkait restrukturisasi relaksasi kredit bagi debitur Mega Finance Bojonegoro.

“Namun itu tergantung debitur mengajukan atau tidak,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pengajuan relaksasi kredit dapat diajukan di website PT Mega Finance (www.megafinance.co.id). Di website itu memuat ketentuan cara mengajukan keringanan cicilan kredit bagi debitur.

Syarat mengajukan keringanan salah satunya, terkena dampak langsung virus corona (Covid-19). Kemudian, tidak memiliki tunggakan sebelum tanggal 2 Maret 2020 pada saat Pemerintah RI mengumumkan virus corona.

“Setelah pengajuan, menunggu 7 hari untuk dikonfirmasi pihak Mega Finance,” kata Fatkurrohman.

Saat ditanya jika ada angsuran debitur macet selama 4 bulan dan unit sepeda motor masih ditangan pemohon kredit ? Pihaknya mempersilahkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke Kantor Mega Finance Bojonegoro.

“Nanti kesepakatannya seperti apa, kami tetap masih ada kebijakan, tapi yang jelas unit masih ditangan pemohon kredit tidak ditangan orang lain,” pungkasnya.

Sebelumnya, seperti dilansir Bisnis.com, disampaikan Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot, pada Senin (06/04/2020), menyikapi masih banyaknya keluhan dari debitur terkait kebijakan relaksasi kredit.

Menurut Sekar, pihaknya menerima laporan bahwa masih banyak debtcollector yang menemui masyarakat terkait kredit oleh perusahaan pembiayaan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan perlu adanya kerja sama antara debitur atau nasabah dan pihak bank atau perusahaan pembiayaan dalam melaksanakan kebijakan relaksasi itu.

OJK pun menyampaikan sejumlah penjelasan terkait kebijakan relaksasi atau keringanan pembayaran cicilan selama masa pandemi virus corona.

Sekar menjelaskan, keringanan cicilan pembayaran kredit atau leasing tidak berlaku secara otomatis. Karena itu, debitur wajib mengajukan permohonan keringanan cicilan kepada pihak bank atau leasing.

Setelah itu, menurut Sekar, pihak bank atau leasing wajib melakukan asesmen dalam rangka memberikan keringanan kepada debitur. Keringanan cicilan pembayaran kredit itu dapat diberikan dalam jangka waktu maksimum sampai dengan 1 tahun. (yud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *