oleh

Hujan Lebat dan Banjir Bandang Diprediksi Masih Akan Terjadi di Bojonegoro

BOJONEGORO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap prakiraan cuaca ekstrim di wilayah Kota Ledre.

Cuaca ekstrem tersebut berpotensi menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor yang dapat membahayakan public, serta hujan lebat disertai petir.

“Perkiraan nanti selesainya pancaroba pada tanggal 21 Maret,” kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana, Eko Susanto.

Sebelum terjadi pancaroba, biasanya akan terjadi hujan yang cukup lebat untuk diwaspadai terutama diwilayah selatan Bojonegoro yakni Sekar, Gondang, Bubulan, Dander, Sukosewu.

Sesuai prediksi BMKG, puncak musim penghujan akan berlanjut hingga akhir Februari sampai awal Maret 2021. Karena itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Ia menambahkan, bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor masih akan terjadi sampai April hingga selesainya musim penghujan.

“BMKG juga menyarankan masyarakat lebih mengenali lingkungan dan potensi bencana di tempat tinggalnya,” ujarnya.

“Karena sesungguhnya mitigasi itu selain memahami cuaca kita juga harus memahami tempat tinggal kita terutama daya dukung dan daya tampungnya,” tambahnya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat, apabila hujan turun dengan intensitas tinggi, agar tetap mewaspadai terjadinya banjir bandang maupun luapan bagi wilayah Bojonegoro bagian selatan. (muh/mil)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *