Tingkat Pengangguran Terbuka di Bojonegoro 2021 Menurun

  • Bagikan
FOTO: Salah satu proyek peningkatan jalan cor beton di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur tahun 2021 yang menyerap tenaga kerja lokal.

BOJONEGORO – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Bojonegoro terus melakukan jemput bola dalam pendataan tenaga kerja (naker) yang terlibat dalam proyek di Bojonegoro. Alhasil, data menunjukan tingkat Pengangguran Terbuka 2021 menurun.

Berdasarkan data FKP Ranwal RKPD 2021, TPT di tahun 2021, jumlah pengangguran mengalami penurunan menjadi 4,82 persen dari 4,92 di 2020. Sementara peningkatan dari 2019 ke 2020 meningkat dipengaruhi oleh Pandemi Covid-19. Persentase TPT di tahun 2019 yakni 3,56 persen.


Adapun TPT merupakan persentase jumlah penganggur terbuka terhadap jumlah angkatan kerja. Keikutsertaan tenaga lokal dalam proyek di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur pun untuk pemenuhan hak warga lokal dalam mencari pekerjaan.

Kepala Bidang (Kabid) Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinperinaker Bojonegoro, Slamet mengatakan, pihaknya telah turun lapangan untuk pengecekan jumlah tenaga kerja lokal yang terlibat. Pihaknya berkoordinasi dengan dinas terkait.

“Jadi, proyek-proyek yang ada di wilayah Bojonegoro seperti proyek pembangunan jalan itu melibatkan pekerja lokal,” jelasnya.

“Dalam proses pendataan di 2021, kami membuat google form yang dapat diakses secara online. Dan untuk tahun ini tetap direncanakan pendataan,” tambahnya.

Slamet menjelaskan, rekapan tersebut tidak semua kecamatan. Sebab ada kecamatan yang tidak ada proyeknya. “Proyek yang pasti yang bersumber dari APBD, APBDes. Jadi berapa yang memanfaatkan pekerja lokal itu kami data,” ucap Slamet.

Sampai saat ini, pihaknya masih melakukan rekap terkait jumlah tenaga lokal dan terus turun lapangan terkait pendataan. Sebab, data pelaporan seputar jenis proyek, pelaksana, serta jumlah anggaran. Sasaran pendataan untuk menyerap tenaga lokal dengan proyek di atas Rp 200 juta.

“Untuk kendala proyek dalam menyerap tenaga lokal biasanya terkait keterampilan yang masih kurang. Seperti dalam merangkai besi. Sehingga pihak kontraktor lebih mengutamakan pekerja yang sudah mahir. Kembali lagi karena proyek memiliki tenggat waktu,” imbuhnya.

Kendala lain juga berupa warga lokal lebih banyak mencari kerja proyek di luar Bojonegoro. Sehingga pemenuhan hak pekerja lokal di Bojonegoro masih perlu perhatian dan usaha lebih. Dengan demikian, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Bojonegoro dapat di tekan. (din)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.