oleh

Pertahankan Resep Turun-temurun, Kue Kering Ini Cocok untuk Suguhan Lebaran

BOJONEGORO – Berawal dari hobi memasak dan melihat peluang usaha, Ulfa Ana Rahmawati memilih menekuni bisnis kue kering. Wanita asal Kecamatan Bojonegoro, Jawa Timur ini bahkan rela meninggalkan kerjaannya di perusahaan swasta.

Ia kemudian mengembangkan bisnis kuliner dengan nama ‘Kuker Jadoel’. Usaha Kuker Jadoel, mulai dirintis Ulfa pada awal tahun 2015 dengan menjual sambel pecel. Resepnya diperoleh dari keluarganya secara turun temurun.

“Untuk produk sambel pecelnya kami menyediakan dengan kondisi kering dengan level kepedasan 1 samapai 10. Jadi masyarakat dapat memesan pecel dengan level pedas sesuai selera,” katanya.

Seiring berjalanya waktu, Ulfa mulai berfikir pengembangan di bisnis kue kering. Bagi masyarakat yang penasaran dengan ‘Kuker Jadoel’ milik Ulfa Ana Rahmawati dapat datang langsung ke rumah Jalan Sersan Moelyono No.65 Klangon Kecamatan Bojonegoro.

Secara singkat Ulfa menceritakan awal mula menekuni bisnis kue kering. Setiap bulan Ramadan Ulfa selalu membuat kue kering untuk persiapan hari raya Idul Fitri sebagai suguhan para tamu yang mampir ke rumahnya.

“Setiap Ramadhan saya selalu membuat kue kering, bahkan saudara-saudara juga memesan untuk dibuatkan dengan alasan kue kering buatan saya enak, rasanya beda dari kue kering yang lain terasa kayak kue kering jaman dulu,” ucap Ulfa.

Berangkat dari situlah kini Ulfa mulai menjual kue kering dengan tetap mempertahankan resep jadul dari keluarga.

Setiap harinya Ulfa mampu membuat 10 kilogram (kg) kue kering dengan berbagai macam jenis seperti kue semprit, mawar, kacang, kue nastar, bahkan kue kastangel dan masih banyak kue kering yang lainya.

“Untuk harganya, tersedia mulai harga Rp 5.000 sampai Rp 80.000 tergantung jenis dan berat kemasan kue keringnya. Di samping itu kami juga menerima pesanan jenis kue kering lainya sesuai dengan keinginan customer,” kata Ulfa

Omzet yang didapatkan pun terbilang cukup menggiurkan, apalagi bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, dimana setiap bulannya mendapatkan keuntungan Rp 5 juta sampai Rp 10 juta lebih.

“Alhamdulillah, memasuki bulan Ramadhan pesanan kue kering meningkat dari tahun sebelumnya, karena kondisi pandemi tahun ini mulai turun,” tutupnya. (kom/mil)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *