oleh

Imbas Covid-19, Sejumlah Pedagang Pasar di Bojonegoro Menjerit

bojonegorotoday.com – Imbas pandemi corona virus disiase 2019 (Covid-19) sangat dirasakan sejumlah pedagang buah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Diantaranya, sepi pembeli, omset menurun hingga buah-buahan yang dijual membusuk.

Selain itu, juga ada pembatasan jam berdagang mulai pukul 06.00 Wib hingga pukul 14.30 Wib. Tak heran, jika pandemi corona ini membuat sejumlah pedagang buah di stan pasar di kabupaten kaya Migas ini kian menjerit.

Tuminah, salah satu pedagang buah di Pasar Banjarejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, mengaku omset penjualannya menurun dalam beberapa bulan terakhir ini. Selain itu juga sepi pembeli semenjak pandemi corona. Dampak ini sangat dirasakan.

Perempuan asal Desa Sranak, Kecamatan Trucuk tersebut mengatakan, pengunjung yang membeli ke tokonya menturun sekitar 60 persen setiap harinya. Akibatnya, setiap harinya hampir 5 kwintal buah yang dijualnya membusuk, lantaran sepi pembeli.

“Sejak mewabahwnya virus corona, terlebih Bojonegoro ditetapkan sebagai daerah zona merah,” katanya kepada bojonegorotoday.com (BToday), Minggu (19/04/2020).

Perempuan berumur 55 tahun tersebut menjelaskan kebanyakan buah yang cepat membusuk adalah buah melon, semangka dan rambutan. Sehingga, akibat tragedi ini secara otomatis ia merugi.

“Biasanya dalam satu hari bisa mendapatlan omset hampir Rp 3 juta, tetapi adanya pandemi ini menjadikan omset saya menurun sekitar sampai Rp 1 juta dalam satu harinya,” ucap Tuminah.

Tak hanya Tuminah, pedagang lainya Nurul Roziqin, mengaku penjualanya juga kena imbas pandemik Covid-19. Terlebih ada pembatasan jam berdagang. Semua stan Pasar buah Banjarjo diimbau Pemkab Bojonegoro tutup pukul 14.30 Wib.

Pria berkulut sawo matang ini berharap ada penataan ulang tentang jam oprasional pasar. Sebab, pedagang buah berbeda dengan penjual pakain ataupun lainya yang berada di pasar tradisional ataupun modern.

“Kami berharap pemerintah harus lebih bijak dalam mengeluarkan kebijakan ditengah pandemi corona untuk pedagang seperti kami,” pungkas pria asal Desa Banjarejo ini. (mad/yud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *