oleh

22.590 Dosis Vaksin Wujud Bhakti untuk Negeri

BOJONEGORO – Dalam rangka pegendalian pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoronterus melakukan percepatan vaksinasi untuk membentuk herd immunity (kekebalan komunal).

Pemkab Bojonegoro bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Kementerian Sekretariat Negara, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Polda Jawa Timur, Pangdam Brawijaya menyelenggarakan vaksinasi massal.

Sebanyak 22.590 dosis vaksin diberikan dengan sasaran siswa SMP, komunitas pelaku angkutan, dan masyarakat umum. Pelaksanaan vaksinasi disebar di 36 Puskesmas se Kabupaten Bojonegoro dan 8 Polsek Jajaran Polres Bojonegoro.

Mensesneg Pratikno menuturkan, pemerintah terus berusaha mempercepat proses vaksinasi di seluruh pelosok tanah air. Penambahan jumlah vaksin secara bertahap perlu dukungan semua pihak baik tenaga kesehatan, TNI, Polri dan pemerintah daerah, serta BUMN juga telah aktif terlibat.

“Mohon agar kita bersama-sama mendukung, mempercepat program vaksinasi ini menjadi satu langkah penting bagi kita untuk segera mengendalikan pandemi ini dengan sebaik-baiknya dan tentu saja dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Mensesneg.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, sangat mengapresiasi kegiatan vaksinasi massal yang digelar Pemkab Bojonegoro ini. Jumlah sasaran vaksin cukup banyak dan dikelola secara kompak dengan melibatkan tenaga kesehatan, TNI, Polri, pemerintah daerah dan BUMN.

“Hal Ini menunjukan bahwa arahan Presiden Joko Widodo agar semua pihak bersatu dan melakukan bersama-sama dengan serius dilaksanakan dengan baik,” ucap Menhub.

Menurut Menhub, vaksinasi kali ini sungguh mengejutkan karena jumlah peserta yang besar bisa terlaksana dengan baik. Menhub juga mengapresiasi peran tenaga kesehatan, TNI, Polri dan berharap bisa dijadikan contoh. “Semoga kita bisa jadi contoh untuk tempat-tempat yang lain,” ujarnya.

Menteri BUMN Erick Tohir menyampaikan, Kementerian BUMN bertugas mengelola korporasi di BUMN tetap sehat agar bisa memberikan deviden yang baik bagi negara. Selain itu, pelayanan publik yang baik menjadi bagian dari penyeimbangan dalam penanganan pandemi.

Menteri BUMN juga menyampaikan, bahwa persediaan oksigen di Jawa Timur yang dipasok dari PT. Petrokimia Gresik dalam kondisi aman dengan kapasitas produksi 23 ton per hari.

Dalam penyediaan obat gratis bekerjasama dengan TNI, Polri sesuai instruksi Presiden khusus Jawa Bali sebanyak 300 ribu dan dalam rapat terbatas di pusat juga diputuskan ditambah lagi sejumlah 50 ribu.

“Semoga masyarakat bisa bekerja dengan tenang, belajar dengan tenang,” pungkasnya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan terimakasih atas atensi dan semangat yang diberikan Mensesneg, Menhub, Menteri BUMN, atas berbagai program untuk warga Jawa Timur terutama kegiatan vaksinasi di Kabupaten Bojonegoro.

Pada periode April, Mei, hingga Juni 2021, Covid-19 melandai di Jawa Timur beriringan dengan pertumbuhan ekonomi 7,05%. Tapi pada periode Juli-Agustus dengan adanya PPKM Darurat dan PPKM Level 4, beberapa hal yang perlu dilakukan yakni percepatan vaksinasi.

Pemprov bersama Kapolda, Pangdam, juga Pangkoarmada serta Kajati di Jawa Timur senantiasa semua bergerak untuk memberikan perlindungan dan penyelamatan masyarakat terutama pada saat pandemi saat ini.

Dengan pengendalian Covid-19 dari hulu yakni vaksinasi dan penegakan disiplin protokol kesehatan, dan menghasilkan tingkat Bed Occupation Rate (BOR) di Jawa Timur semuanya baik ICU maupun ruangan Isolasi sudah di angka di bawah 60 persen. (bid/mil)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *