oleh

Angkutan Umum Bakal Dilarang Operasi, Kadishub: Masih Nunggu Petunjuk Pusat

BOJONEGORO – Pemerintah memperpanjang larangan mudik Lebaran tahun ini hingga 24 Mei 2021. Tujuannya, mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) selama bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri ini.

Kebijakan itu tertuang dalam adendum terbaru yang dikeluarkan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 tahun 2021 bahwa penambahan hari peniadaan mudik dari 6 Mei hingga 17 Mei 2021 menjadi 22 April hingga 24 Mei 2021.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro, Andik Sudjarwo menjelaskan, terkait penyekatan dan larangan beroprasinya transportasi umum di Bojonegoro, Andik mengatakan masih sama dengan rencana sebelumnya.

“Yakni, pelarangan operasinya angkutan umum pada tanggal 6 Mei sampai 17 Mei. Akan tetapi untuk petunjuk teknis masih menunggu aturan terbaru,” jelasnya.

“Sementara, masih sama dengan rencana awal, namun kita tetap menunggu arahan dari pemerintah pusat,” tambahnya.

Selain itu, Andik menambahkan, bahwa upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama Ramadhan, Dishub Bojonegoro dengan Kapolres Bojonegoro telah melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan instansi terkait lainnya sehubungan dengan

Andik mengungkapkan, terkait penyekatan jalan yang akan dilakukan pada tanggal 6 Mei hingga 17 Mei di tiga titik perbatasan, diantaranya, Pos Padangan untuk perbatasan Bojonegoro – Cepu.

“Lalu, Pos Margomulyo untuk perbatasan Bojonegoro – Ngawi, dan Pos Gondang untuk perbatasan Bojonegoro – Nganjuk,” ungkapnya.

Selain penyekatan jalan, berdasar Surat Edaran Satgas Covid-19, seluruh angkutan umum juga akan dilarang beroperasi termasuk di Kabupaten Bojonegoro mulai tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021 mendatang. (mil/yud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *