oleh

Tingkat Kesembuhan Tinggi, Pemkab Bojonegoro Optimis Tangani Covid-19

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, terus berupaya menekan angka penyebaran Covid-19 dan meningkatkan angka pasien sembuh.

Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah mengatakan, bahwa penanganan secara komprehensif telah dilakukan dengan melibatkan semua sektor bersama dalam penanganan Covid-19.

Ditegaskan, bahwa pandemi Covid-19 saat ini menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari Pemkab Bojonegoro, Forkopimda, seluruh stakeholder termasuk Dinas Kesehatan, dan seluruh rumah sakit.

“Semua harus bersinergi untuk memberikan penanganan Covid-19 secara komprehensif mulai dari tingkat desa, baik dari sisi preventif maupun kuratif,” kata Bupati Anna menegaskan.

Bupati menambahkan, upaya optimalisasi terkait fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Bojonegoro, ada 36 puskesmas, 10 rumah sakit dengan kapasitas 492 tempat tidur (TT) dan 3 lokasi rumah pemantauan dengan kapasitas 208 TT.

“Yang selama ini telah dimanfaatkan secara optimal untuk penanganan kasus Covid-19,” ucap Bupati saat seminar semi virtual melalui siaran live streaming YouTube Pemkab Bojonegoro dan via zoom, Selasa (24/08/2021).

Seminar yang digelar RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro dan Dinas Kesehatan ini dalam rangka menuju Indonesia Tangguh dan Tumbuh Tahun 2021.

Narasumber, Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro dr. Ani Pujiningrum, Direktur RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo dr. Ahmad Hernowo, dan dokter spesialis paru RSUD Sosodoro Djatikoesoemo dr. Hapsari Paramita.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, dr. Ani Pujiningrum mengatakan, saat kini Bojonegoro masuk dalam kategori risiko sedang dengan skor 2.24. Penurunan status dari level 4 ke level 3 saat PPKM darurat ini juga mengalami penurunan kasus dan penurunan aktivitas masyarakat.

Kasus Covid di Bojonegoro mengalami peningkatan angka kesembuhan sebesar 85,51%. Hal itu tentu membuat optimis. Jumlah ketersediaan Tempat Tidur (TT) juga mengalami peningkatan di beberapa rumah sakit di Bojonegoro.

“Tentunya upaya Pemkab Bojonegoro juga perlu masukan dari semua pihak dan dukungan masyarakat untuk berupaya menangani Covid-19,” bebernya.

Direktur RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo dr. Ahmad Hernowo menyampaikan, bahwa program inovasi untuk mendukung optimalisasi penanganan Covid-19, antara lain Layanan Antar Obat, Aplikasi SIAP RS, E-Rekam Medik, dan Ritmik Energik.

“RSUD telah melakukan kesiapan untuk penanganan Covid-19,” ujarnya.

Langkah dengan screening di setiap pintu masuk RSUD, memisahkan alur pasien covid dan non covid, menyediakan kamar operasi bertekanan negatif khusus Covid-19, pemulasaran jenazah khusus Covid-19, dan laboratorium pemeriksaan covid.

Pihaknya berharap bisa menghilangkan stigma masyarakat yang masih takut untuk berobat ke rumah sakit

“RSUD juga menyediakan ruang operasi yang memang khusus untuk pasien covid dan ruangan operasi untuk ibu hamil yang sedang covid untuk meminimalisir penularan covid,” katanya.

“Upaya tersebut agar pasien dengan covid maupun non covid bisa ditangani dengan maksimal,” tambahnya. (fit/mil)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *