oleh

Warga Desa Ini Tewas Tersengat Listrik Saat Perbaiki Kabel Listrik

bojonegorotoday.com Berhati-hati lah saat memperbaiki alat rumah tangga atau pun alat lainnya yang berhubungan dengan listrik. Sebab jika tidak hati-hati nyawa pun bisa melayang akibat tersengat aliran listrik bertegangan tinggi.

Parjianto, pria 33 tahun warga Desa Kolong RT 16 RW 03 Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tewas tersengat aliran listrik saat memperbaiki pompa air dan saluran listrik, Minggu (26/04/2020) sekitar pukul 08.15 Wib.

Kapolsek Ngasem, AKP Dumas Barutu mengatakan, kejadian itu berawal saat korban memperbaiki pompa air milik Waini warga desa setempat pada Minggu pagi. Saat di rumah, Waini, korban lantas mengecek pompa air.

Baca Juga :  Darurat Covid 19, Pemkab Bojonegoro Bakal Rekrut Tenaga Kesehatan

Setelah dicek, ternyata pompa air tersebut tidak menyala. Kemudian, korban pulang mengambil peralatan obeng dan bilang kepada istrinya kalau kepalanya pusing. Istrinya pun bilang kalau tidak bisa tidak usah diperbaiki, tetapi korban tetap memperbaiki.

Sesampainya di rumah Waini, kemudian korban langsung membuka terminal listrik. Kondisi MCB sudah dimatikan Waini. Setelah terminal stop kontak terbuka maka korban menyuruh Waini untuk membeli kabel dan Stop kontak.

Baca Juga :  Kadishub Bojonegoro : Kelebihan Pembayaran Rp 1,1 M Telah Dibayar

Waini pun bergegas berangkat membeli kabel dan stop kontak. Tidak lama kemudian, ada anak yang sedang menangis di dalam rumah Waini. Tetangga, Wari, segera mendatangi dan terus masuk ke dalam rumah dan melihat korban sudah tergeletak.

“Korban tergeletak di tanah dengan kondisi masih memegangi kabel yang beraliran listrik,” kata Kapolsek saat dikonfirmasi.

Kemudian Wari berteriak minta tolong. Tidak lama, banyak orang datang melakukan pertolongan. Ada salah satu warga yang mengetahui kalau kondisinya kesetrum, kemudian mematikan MCB. Saat diperiksa ternyata korban sudah meninggal.

Baca Juga :  Tiga TPA Baru Diresmikan, Masyarakat Dapat Menikmati Fasilitas Gratis

Saat Waini pulang setelah membeli kabel dan stop kontak, ia kaget mengetahui banyak orang di dalam rumahnya. Ia memberitahu kalau menyuruh korban untuk memperbaiki pompa air. Tetapi ia tidak tahu kalau, korban membuka terminal stop kontak untuk diganti.

“Atas kejadian itu Waini melapor kepada kepala desa dan diteruskan ke Polsek Ngasem,” tutup Kapolsek. (yud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Today