oleh

2 Pasar di Bojonegoro Bakal di Tutup, Nasib Pedagang Akan Semakin Tercekik

bojonegorotoday.com – Pasar Kota Bojonegoro dan Pasar Banjarjo Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, rencananya bakal ditutup. Mengingat wilayah Kota Bojonegoro terdapat 2 orang positif terpapar virus corona (Covid-19).

“Pasar Kota dan Pasar Banjarjo akan ditutup mulai 28 April sampai ada pemberitahuan,” kata Kabag Humas Pemkab Bojonegoro, Masirin, kepada BToday, Selasa (28/04/2020).

Selain ada pasien positif Covid-19, di wilayah Kecamatan Kota Bojonegoro juga terdapat 1 pasien dalam pemantauan (PDP) dan 4 orang dalam pantauan (ODP) sesuai data rilis sebatan Covid-19 tanggal 27 April 2020.

Beberapa upaya yang dilakukan pemerintah dalam memutus mata rantai sebaran virus corona di wilayah Kecamatan Kota diantaranya memberlakikan jam malam hingga pukul 21.00 Wib. Selebihnya masyarakat Wajib di rumah.

“Pemberlakuan jam malam sampai pukul 21.00 Wib,” ucap Masirin.

Kecamatan Kota Bojonegoro berstatus zona merah. Sehingga masyarakat Kota Bojonegoro diminta meningkatkan kewaspadaan sebaran virus berbahaya ini dan mematuhi himbauan – himbauan dari pemerintah setempat.

“Mari bersama – sama memutus mata rantai sebaran Covid-19 dengan mematuhi himbauan – himbauan pemerintah,” tandasnya.

Saat ditanya bagaimana nasib para pedagang Pasar Tradisional Kota dan Pasar Banjarjo ? Masirin belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut. Sebab secara otomatis akan berdampak pada sektor perekonomian pasar.

“Kalau soal itu, pasti ada kebijakan tersendiri,” tutup Masirin.

Sementara itu, Ketua Umum PC PMII Bojonegoro, M Nur Hayan mengatakan, jika keberadaan Pasar Tradisional Kota dan Pasar Banjarjo Bojonegoro bakal ditutup maka pemerintah harus bertanggung jawab.

Sebab jika pasar tersebut jadi ditutup maka nasib pedagang menjadi pertaruhan. Sehingga kebijakan yang dikeluarkan pemerintah harus adil terhadap pedagang, meskipun keselamatan manusia menjadi hal utama.

“Keselamatan manusia di tengan pandemi menjadi hal utama, namun demikian nasib pedagang juga harus difikirkan dengan matang,” kata Ketum PC PMII Bojonegoro.

Ia menambahkan, hal terburuk jika pasar tersebut ditutup maka pedagang yang sejak lampau berjualan di pasar akan kehilangan mata pencaharian. Lantas bagaimana mereka menopang perekonomiannya.

“Miris, jika nasib para pedagang semakin tercekik di tengan pandemi ini, oleh karena itu pemerintah harus adil dengan para pedagang,” pungkas aktivis mahasiswa ini. (yud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *