Jelang Idul Fitri 1433 H, Masyarakat Diimbau Selalu Jaga Kondusifitas

Avatar
FOTO: Bupati Bojonegoro Anna Muawanah saat Safari Ramadhan 1443 H di Masjid AT Taqwa, Desa Lengkong, Kecamatan Balen, Rabu (27/04/2022).

BOJONEGORO – Menjelang hari raya Idul Fitri 1443 H, Forkopimda Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam berlalu lintas dan ikut serta menjaga kondusifitas. Salah satunya dengan cara tidak melakukan takbir keliling.

Hal ini disampaikan dalam acara Safari Ramadhan 1443 H di Masjid AT Taqwa, Desa Lengkong, Kecamatan Balen, Rabu (27/04/2022).


Hadir dalam kegiatan ini Bupati Bojonegoro Anna Muawannah, Kapolres AKBP Muhammad, Dandim 0813 Letkol Arm Arif Yudo Purwanto beserta jajaran, Asisten Daerah Kabupaten Bojonegoro, Staf Ahli, OPD terkait. Hadir juga Camat Balen, Ulama dan kepala desa.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah menyampaikan bahwa dengan giat Safari Ramadhan ini, Pemkab Bojonegoro ingin menyapa warga yang ada di pelosok sekaligus meningkatkan tali silaturohmi antara ulama, umara dan masyarakat.

“Semoga warga Bojonegoro tetap aman, tentram, damai dan kerukunan semakin terjaga,” ucapnya.

Lebih lanjut Bupati Anna menjelaskan, Pemkab Bojonegoro ingin terus mendorong terhadap pembangunan yang berbasis desa. Khususnya, infrastruktur jalan yang dinilai sangat penting untuk mendorong perekonomian masyarakat.

Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad mengimbau warga Bojonegoro untuk tetap berhati-hati dalam berlalu lintas di jalan raya.Karena diperkirakan menjelang lebaran tahun ini efektifitas pemudik mulai meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Maka dari itu, untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas, lebih baik mudik dengan angkutan umum yang disediakan oleh pemerintah,” ungkpanya.

AKBP Muhammad juga mengimbau kepada warga Bojonegoro untuk tidak melakukan takbir keliling. Hal ini guna menjaga keamanan dan kondusifitas menjelang lebaran.

Sementara itu, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Arm Arif Yudo Purwanto menambahkan bagi orang tua agar tetap menjaga putra putrinya untuk tidak bermain petasan. Karena tahun demi tahun sudah banyak korban atas musibah petasan tersebut.

Dandim berpesan bahwa TNI dan Polri selalu bersinergi dan mendukung penuh program- program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. (muh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *