Kuatkan Ikatan, IKA PMII Attanwir Gelar Buka Bersama

Avatar
FOTO: Ikatan Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Attanwir saat bukber di Warung Pondok Koi, Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno, Kebupaten Bojonegoro, Kamis (29/04/2022).

BOJONEGORO – Ikatan Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Attanwir menggelar buka bersama (bukber) di Warung Pondok Koi, Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno, Kebupaten Bojonegoro, Kamis (28/04/2022).

Buka bersama dihadiri Alumni PMII Attanwir lintas generasi. Acara tersebut dikemas sederhana. Buka bersama di bulan suci Ramadhan ini sebagai momen reuni sekaligus temu kangen antar alumni yang mana pernah berjuang semasa PMII.


Sekretaris Ikatan Alumni (IKA) PMII Attanwir, M Abdul Ghofur mengatakan, setiap bulan ramadhan IKA PMII Attanwir berupaya menggelar bukber dalam rangka menguatkan hubungan persuasif antar alumni yang cukup lama tidak berkumpul.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada alumni-alumni PMII Attanwir yang telah menyempatkan hadir dalam bukber ini,” kata M Abdul Ghofur, Kamis (28/04/2022).

“Kedepan akan kami agendakan kembali untuk menguatkan ikatan antar alumni-alumni ini,” tambahnya.

Pasca ini, lanjut dia, akan ada rencana tindak lanjut untuk agenda-agenda kedepan minimal tiga bulan sekali. Pihaknya berharap momentum ini sebagai kebangkitan eksistensi IKA PMII Attanwir yang sempat fakum secara pergerakan.

“Ikatan para alumni ini memang perlu diperkuat untuk menjaga marwah IKA PMII Attanwir,” ucapnya.

Pihaknya berharap, para Alumni PMII Attanwir satu persepsi untuk menguatkan sebuah ikatan. Tidak lantas kemudian pasca PMII tak ada progres. Sementara ini yang menjadi konsen adalah bagaimana menguatkan ikatan para alumni-alumni.

“Mudah-mudahan ikatan para Alumni PMII Attanwir semakin kuat,” harapnya.

Salah satu pengurus IKA PMII Attanwir, Mujamil Edi Wahyudi menambahkan, bahwa sebenarnya banyak cara untuk menguatkan ikatan Alumni PMII Attanwir. Namun, sementara yang menjadi kendala adalah waktu dari masing-masing alumni.

“Hal tersebut memang lumrah, sebab alumni-alumni juga disibukan dengan pekerjaan, sehingga harus menyesuaikan,” ucapnya.

Mantan Presiden BEM STAI Attanwir ini berharap pertemuan antar alumni selayaknya tidak menjadi ruang hampa. Melainkan sebetulnya banyak hal yang dapat dibahas tukar fikiran antar alumni di forum formal maupun non formal.

“Sayang sekali kalau temu alumni hanya sebagai ruang hampa,” ujarnya menegaskan.

Temu alumni yang telah berjalan hendaknya menjadi bahan evaluasi untuk menciptakan forum-forum yang lebih progresif dan produktif. Namun demikian, hal ini harus secara bersama-sama untuk menciptakan forum tersebut.

“Mari secara bersama-sama untuk menciptakan forum yang lebih produktif,” tutupnya. (din).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *