oleh

DPRD Bojonegoro Dorong Pemkab Alokasikan Anggaran Covid-19 ke Pondok Pesantren

bojonegorotoday.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro lebih memperhatikan Pondok Pesantren (Ponpes) dalam menyambut New Normal mendatang.

Hal itu seperti disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Imam Sholikin. Pasca hari raya Idul Fitri ini merupakan masa penerimaan atau pendaftaran murid baru. Khusus untuk pondok pesantren pihaknya meminta lebih diperhatikan.

“Diperhatikan terkait satandart penanggulangan Covid-19,” katanya kepada beritabojonegoro.com (BToday), Jumat (29/05/2020).

Baca Juga :  Terapkan Physical Distancing, Bupati Bojonegoro Lantik 84 Pejabat Eselon

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyebut, bahwa pondok pesantren merupakan tiangnya pendidikan atau tiangnya perjuangan bangsa Indonesia. “Kebudayaan pesantren harus tetap dilestarikan,” ujar Ketua DPRD dari Fraksi PKB ini.

Pihaknya mendorong pemerintah kabupaten untuk mengaloksikan anggaran dalam upaya penanggulangan Covid-19. Misalnya, masker, hand sanitizer, serta merapid tes siswa atau santri yang hendak kembali ke pondok pesantrennya masing-masing.

Baca Juga :  Pansus III DPRD dan Tim Eksekutif Bahas Raperda Penyelenggaraan Pendidikan

“Sehingga jika kembali ke pondok pesantren, meraka sudah memenuhi standart pencegahan Covid-19,” katanya.

Imam Sholikin menambahkan, sebelum para santri kembali ke pondok pesantren, pihaknya berharap ada standarisasi penanggulangan Covid-19 di wilayah pondok pesantren. Sehingga para santri bisa merasa aman serta menempuh pendidikan dengan baik.

“Untuk fasilitas penanggulangan Covid-19, kami berharap pemerintah mengalokasikan anggaran untuk itu,” tambahnya.

Baca Juga :  Dukung Program Pemkab Bojonegoro dalam Penguatan BUMDes

Sejauh ini, belum ada informasi secara pasti kembalinya santri ke pesantren masing-masing. Namun, standarisasi penanggulangan Covid-19 lebih baik dipersiapkan sejak awal oleh pemerintah daerah.

“Jangan sampai, berawal dari satu santri kemudian menyebar ke santri yang lain saat menyambut New Normal mendatang,” pungkasnya. (mil/yud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Today