oleh

Kabupaten Bojonegoro Terima Penghargaan KLA Tahun 2021

BOJONEGORO – Tahun ini, Kabupaten Bojonegoro terima penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dengan Predikat Madya.

Penguman peraih penghargaan dibacakan Kementerian PPPA pada Kamis (29/07/2021) secara virtual yang diikuti Menteri PPPA, Gubernur, Bupati dan Walikota. Bakal diserahkan kepada kabupaten/kota peraih pada September mendatang.

Sistem pembangunan anak telah didirikan sejak 2006 yang sempat direvitalisasi pada 2010 dan 2011. Sedangkan apresiasi pelaksanaan KLA di daerah diberikan dalam lima kategori, mulai Pratama, Madya, Nindya, Utama, hingga Kabupaten/Kota Layak Anak.

Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyatakan, KLA merupakan sistem pembangunan berbasis  anak yang dilakukan melalui integrasi sumber daya pemerintah, masyarakat, media, dan dunia usaha yang secara keseluruh dalam program kebijakan untuk menjamin hak anak.

KLA diberikan kepada seluruh kabupaten/kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh serta berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak.

“Penghargaan ini tidak hanya dilihat sebagai tujuan akhir, tetapi menjadi penyemangat bagi daerah lain untuk melindungi anak di daerahnya masing-masing, pungkasnya,” katanya.

Sebagai komitmen dan mewujudkan Bojonegoro sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak, Pemkab telah melahirkan beberapa terobosan yang tertuang dalam salah satu 17 program prioritas, yakni ‘Mewujudkan  Lingkungan Ramah Perempuan, Anak, penyandang Disabilitas serta Kaum Dhuafa’.

Salah satunya adalah KELANA (Kecamatan Layak Anak) dan DEKALA (Desa Layak Anak) yang dideklarasikan pada Agustus 2020 lalu.  

Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah mengatakan, penghargaan ini bukanlah hasil akhir tugas, yang paling utama adalah menjaga komitmen semua pihak yang terlibat dalam  menjamin pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.

“Dimulai dengan mewujudkan desa dan kelurahan layak anak, kecamatan layak anak, sekolahan ramah anak, pelayanan ramah anak di puskesmas, dan lain-lain, hingga anak dapat terlindungi,” kata Bupati. (adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *