Pedestrian Kota Bojonegoro Menuju Smart Green City Ramah Disabilitas

- Reporter

Sabtu, 17 April 2021 - 13:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, cukup masif. Tidak hanya pembangunan infrastruktur ekonomi saja. Melainkan, pembangunan ramah difabel.

Hal ini terbukti adanya trotoar bagi penyandang disabilitas di beberapa wilayah Kota Bojonegoro. Diantaranya, di Jalan Panglima Sudirman, Jalan Diponegoro, Jalan Veteran dan beberapa titik lainnya.

Pembangunan trotoar atau pedestrian yang ramah bagi penyandang disabilitas di beberapa poros jalan di Kota Bojonegoro ini merupakan langkah awal menuju Smart Green City yang memenuhi hak penyandang disabilitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (PDKB) Moch Sanawi berharapn agar Kota Bojonegoro bisa menjadi kota yang ramah dengan penyandang disabilitas. Trotoar tersebut merupakan awal yang baik.

Baca Juga :  Tahun Ini, 38 BUMDES Terima Kucuran Dana Rp 100 Juta

“Trotoar yang saat ini sudah jadi merupakan langkah awal yang baik dan awal yang cukup bagus. Mudah-mudahan ke depan Bojonegoro menjadi kota yang ramah disabilitas,” kata pria asal Kecamatan Balen ini.

Beberapa poros jalan Kota Bojonegoro sudah menerapkan guiding block atau bentuk penunjuk arah bagi pejalan kaki dengan disabilitas. Ada dua tipe tekstur timbul pada trotoar.

Pertama, line type atau garis-garis memiliki arti untuk jalan terus. Kedua, spot type atau titik-titik yang memiliki arti berhenti atau ada persimpangan jalan pada trotoar.

Sementara, warna kuning pada trotoar diperuntukkan bagi penyandang tunanetra low vision atau penglihatan rendah.

“Untuk kursi roda, kalau ada tanjakan jangan di buat tundak, tapi dibuat nelengseng,” imbuhnya.

Baca Juga :  Cara Jitu Penanganan Kemiskinan Melalui Pemantapan Data

Berdasarkan Hak Penyandang Disabilitas (Convention on the Right of Person with Disabilities) Tahun 2011 melalui UU Nomor 19 Tahun 2011. Penyandang disabilitas berhak mendapatkan kesejahteraan.

“Baik itu persamaan perilaku, kesempatan, dan akses umum,” tutupnya. (muh/mil)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, Bakorwil Bojonegoro Gelar Pasar Murah
Kantor Kemenag Bojonegoro Kembali Raih Penghargaan Pengelolaan Keuangan Terbaik
Pemkab Bojonegoro Akan Bangun 170 Km Jalan Desa Melalui Dana BKK 
Serahkan SK PPPK Nakes, Bupati Anna Ajak Tingkatkan Kualitas SDM
Pemkab Bojonegoro Terima Penghargaan Realisasi PAD Tertinggi Se Indonesia
Lantik Pejabat Lingkup Pemkab, Bupati Anna Wanti-wanti Tahun Politik
Penetapan Hari RPL di Bojonegoro, Pemkab Bojonegoro Lanjutkan RPL Jenjang Magister
Pemkab Bojonegoro Sosialisasikan Rencana Tindak Darurat Bendungan Pacal

Berita Terkait

Sabtu, 4 November 2023 - 08:37

Cak Imin Klaim Dapat Dukungan Habib di Solo: Mereka Soroti Pendidikan

Kamis, 10 Februari 2022 - 08:45

Komunitas Petani Muda Bojonegoro Deklarasi Gus Muhaimin Jadi Presiden 2024

Berita Terbaru

Beberapa varietas yang disukai adalah Inpari 32. Para petani menyukai varietas ini karena dinilai memiliki beberapa keunggulan.

Pertanian

Jelang Musim Tanam, Petani Lebih Suka Benih Inpari 32

Minggu, 5 Nov 2023 - 05:06